Otoritas Kesehatan AS: Covid-19 Menjadi Pandemi Bagi yang Tidak Divaksinasi

Kompas.com - 17/07/2021, 07:41 WIB
Dalam file foto Rabu, 19 Mei 2021 ini, pusat kota Washington dan Monumen Washington terlihat di belakang tanda yang mengiklankan drive vaksin gratis dengan vaksinasi Pfizer COVID-19 untuk anggota komunitas 12 tahun ke atas di luar sekolah di tenggara Washington . Pada hari Jumat, 16 Juli 2021, AP PHOTO/JACQUELYN MARTINDalam file foto Rabu, 19 Mei 2021 ini, pusat kota Washington dan Monumen Washington terlihat di belakang tanda yang mengiklankan drive vaksin gratis dengan vaksinasi Pfizer COVID-19 untuk anggota komunitas 12 tahun ke atas di luar sekolah di tenggara Washington . Pada hari Jumat, 16 Juli 2021,

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (16/7/2021) memohon warganya untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19, ketika kasus, rawat inap, dan kematian kembali melonjak.

"Ada pesan jelas yang datang: ini menjadi pandemi bagi mereka yang tidak divaksinasi," kata direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky kepada wartawan melansir AFP.

Baca juga: Sejumlah Daerah di China Wajibkan Vaksin Covid-19 untuk Anak Kembali ke Sekolah dan Gunakan Fasilitas Hotel serta Lainnya

Badan tersebut melaporkan lebih dari 33.000 kasus baru Covid-19 AS pada Kamis (15/7/2021), menjadikan rata-rata tujuh hari naik menjadi 26.306, meningkat 70 persen dari minggu sebelumnya.

Rata-rata tujuh hari rawat inap di rumah sakit AS adalah sekitar 2.790 per hari, meningkat 36 persen.

Dan setelah berminggu-minggu penurunan, rata-rata tujuh hari kematian AS adalah 211, meningkat 26 persen.

Lonjakan terjadi pada komunitas dengan tingkat vaksinasi rendah, dan "orang Amerika yang tidak divaksinasi bertanggung jawab atas hampir semua rawat inap dan kematian Covid-19 baru-baru ini" kata Jeff Zients, koordinator respons virus corona Gedung Putih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gelombang baru didorong oleh varian Delta, yang sekarang menyumbang lebih dari 80 persen kasus baru, menurut pelacak covSpectrum.

Sebuah studi baru-baru ini di jurnal Virological menunjukkan varian Delta tumbuh lebih cepat di dalam tubuh dibandingkan dengan strain sebelumnya.

Orang yang terinfeksi varian delta juga melepaskan lebih banyak virus di udara, dan sangat meningkatkan kemungkinan penularannya.

Baca juga: Studi Terbaru: Vaksin Covid-19 BioNTech Hasilkan Antibodi 10 Kali Lebih Banyak dari Sinovac

Vaksin, termasuk yang dibuat oleh Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson, tetap sangat efektif melawan varian tersebut. Tetapi kampanye inokulasi AS telah melambat secara drastis dalam beberapa minggu terakhir.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.