Klaster Covid-19 Karaoke Plus-plus Meroket, Singapura Karantina 2.480 Warga

Kompas.com - 17/07/2021, 05:30 WIB
Gerai Karaoke atau KTV Terminal 10 terlihat ditutup, Jumat siang (16/7/2021). Terminal 10 yang berada di distrik dunia malam Clarke Quay dihentikan operasionalnya oleh pihak berwenang Singapura setelah menjadi salah satu KTV yang melanggar izin operasi dengan membiarkan pramuria hilir mudik di lokasi KOMPAS.com/ERICSSENGerai Karaoke atau KTV Terminal 10 terlihat ditutup, Jumat siang (16/7/2021). Terminal 10 yang berada di distrik dunia malam Clarke Quay dihentikan operasionalnya oleh pihak berwenang Singapura setelah menjadi salah satu KTV yang melanggar izin operasi dengan membiarkan pramuria hilir mudik di lokasi

SINGAPURA, KOMPAS.comSingapura berlomba dengan waktu untuk menghentikan meluasnya penyebaran Covid-19 yang kembali melonjak setelah meledaknya klaster Covid-19 karaoke plus-plus. 

Otoritas "Negeri Singa” mengambil langkah cepat dengan mengkarantina 2.480 warga
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menyampaikan Jumat sore (16/07/2021), ribuan orang itu berhasil diidentifikasi melalui contact tracing yang sangat intensif.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) telah menghubungi 2.480 orang itu untuk memeriksakan status Covid-19.

Baca juga: Covid-19 Singapura: Muncul Klaster Baru di Karaoke Plus-plus

Mereka-mereka ini adalah karyawan, patron, dan pengunjung belasan karaoke plus-plus, atau kerap disebut KTV yang tersebar di seantero "Negeri Singa”

Sebanyak 1.660 warga telah memeriksakan dirinya. Sejauh ini 25 orang dipastikan positif terinfeksi virus corona.

Namun warga yang negatif diminta tetap memonitor kondisi mereka karena pengetesan dilakukan pada periode masa inkubasi virus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak berwenang akan terus mengetes 2.480 warga itu berkali-kali sepanjang masa karantina untuk memastikan status Covid-19 mereka.

Selain memonitor karyawan dan pengunjung gerai karaoke, otoritas juga mengirimkan SMS kepada 2.000 orang anggota keluarga, kerabat, dan teman yang berhubungan kontak langsung dengan 120 pasien yang tertular dari klaster ini.

Mereka harus memeriksakan status Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri hingga hasil tes PCR Covid-19 negatif.

Baca juga: Klaster Karaoke Plus-plus Meledak, Singapura Kembali Batasi Jumlah Warga Bersantap

Stigma karaoke Plus-plus

Dikhawatirkan masih banyak lagi warga Singapura yang terpapar Covid-19 dari klaster karaoke plus-plus ini namun menolak memeriksakan dirinya.

Penyebabnya adalah untuk mencegah istri, anggota keluarga, kerabat, atau bahkan teman mengetahui mereka mengunjungi karaoke plus-plus.

Stigma masyarakat yang cenderung negatif terhadap pengunjung karaoke plus-plus memperumit contact tracing klaster yang menjadi klaster Covid-19 terbesar Singapura saat ini.

Sesungguhnya pemerintah Singapura masih melarang gerai-gerai karaoke beroperasi. Pihak berwenang mengizinkan karaoke dan kelab malam beroperasi, dengan syarat mengganti bisnis mereka menyajikan makanan dan minuman.

Namun gerai-gerai karaoke plus-plus bandel melanggar peraturan. Pengamatan Kompas.com dari video yang beredar luas, terlihat pramuria dengan leluasa bersentuhan badan dengan pengunjung karaoke plus-plus tanpa memakai masker atau menjaga jarak.

Baca juga: Setelah Klaster Karaoke, Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak Drastis

Otoritas Singapura memerintahkan pembekuan sekitar 400 bisnis dunia malam hingga akhir Juli mendatang untuk pengetesan total Covid-19 dan inspeksi menyeluruh.

Kepolisian Singapura menyatakan telah menangkap 20 wanita yang diduga melakukan aktivitas ilegal di gerai karaoke. Mereka berasal dari Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Singapura saat ini sedang berada pada fase transisi memasuki new normal hidup bersama Covid-19. Vaksinasi digencarkan dengan target dua pertiga warga telah menerima vaksin pada 9 Agustus mendatang.

Negeri pimpinan Lee Hsien Loong bisa dikatakan sukses mengendalikan amukan virus corona varian delta melalui lockdown parsial dari 16 Mei hingga 13 Juni lalu.

Baca juga: Dukung Indonesia Perangi Covid-19, Singapura Kirim Paket Bantuan

Setelah itu, pelonggaran aktivitas sosial dilakukan secara bertahap dengan target normalisasi besar-besaran menjelang akhir tahun.

Kemunculan klaster karaoke plus-plus menjadi pukulan telak untuk rencana Singapura hidup berdampingan dengan Covid-19.

Namun Menteri Ong menyampaikan Singapura tidak berencana membatalkan rencana hidup dengan Covid-19 yang endemik.

"Seperti mengemudi di jalan tol, Singapura sekarang mengambil sedikit jalan memutar dan keluar dari jalan licin sebelum kembali ke jalan tol." ucap Ong.

Baca juga: Transisi New Normal, Singapura Izinkan Bersantap Bersama Maksimal 5 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.