Tentara Bayaran Kolombia Ungkap Skenario Awal Menangkap Presiden Haiti, Bukan Membunuh

Kompas.com - 16/07/2021, 07:14 WIB
Para tersangka dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise dipamerkan dalam konferensi pers oleh Kepolisian Haiti di Port-Au-Prince, pada 8 Juli 2021. Dua dari kiri masing-masing adalah James Solages dan Joseph Vincent, warga Amerika Serikat (AS). AP PHOTO/Joseph OdelynPara tersangka dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise dipamerkan dalam konferensi pers oleh Kepolisian Haiti di Port-Au-Prince, pada 8 Juli 2021. Dua dari kiri masing-masing adalah James Solages dan Joseph Vincent, warga Amerika Serikat (AS).

BOGOTA, KOMPAS.com - Para tentara bayaran Kolombia yang ditahan karena diduga ikut serta dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise mengatakan, mereka dibayar untuk menangkapnya dan menyerahkannya ke Badan Penegakan Narkoba Amerika Serikat (DEA), kata polisi Kolombia pada Kamis (15/7/2021).

Penangkapan dan pengakuan tentara bayaran itu didapat setelah agen intelijen Kolombia bekerja sama dengan pihak berwenang Haiti, dalam menyelidiki pembunuhan Presiden Haiti pada 7 Juli.

Sebanyak dua warga AS keturunan Haiti dan 26 warga Kolombia ambil bagian dalam operasi di rumah presiden di Port-au-Prince. Istri Moise, Martine, juga tertembak dan terluka, tetapi akhirnya selamat.

Baca juga: Seminggu Pembunuhan Presiden Haiti: Detail Perburuan Tentara Bayaran hingga Tersangka yang Terungkap

Kepala polisi Kolombia Jorge Vargas mengatakan, orang-orang Kolombia yang ditangkap mengeklaim bahwa skenario awalnya adalah menangkap presiden dan menyerahkannya ke DEA.

Vargas lebih lanjut menerangkan, unit komando dibagi menjadi dua kelompok.

Grup satu terdiri dari tujuh orang melakukan serangan di rumah Moise, yang mana penangkapan tidak terjadi melainkan justru presiden terbunuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu grup kedua memberikan dukungan.

Menanggapi serangan tersebut, angkatan bersenjata Haiti membunuh tiga orang Kolombia dan menahan 18 lainnya yang mereka yakini terlibat.

Vargas menduga banyak orang Kolombia mungkin ditipu agar ikut serta dalam apa yang mereka yakini sebagai operasi penangkapan, tetapi hanya sedikit yang tahu tujuan sebenarnya dari misi tersebut.

Dia mengatakan, mantan tentara Duberney Capador yang tewas dan German Rivera yang ditahan, adalah yang memimpin dan telah memberi tahu orang-orang Kolombia lainnya bahwa misi itu adalah operasi penangkapan.

Halaman:

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peti Mati Berserakan di Sekitar Kota Imbas Terjangan Banjir Saat Badai Ida

Peti Mati Berserakan di Sekitar Kota Imbas Terjangan Banjir Saat Badai Ida

Global
Tak Hanya Mobil Listrik, Bahan Bakar Nabati Juga Penting Turunkan Emisi

Tak Hanya Mobil Listrik, Bahan Bakar Nabati Juga Penting Turunkan Emisi

Global
MK-Ultra: Proyek Rahasia CIA dalam Pengendali Pikiran Selama Perang Dingin

MK-Ultra: Proyek Rahasia CIA dalam Pengendali Pikiran Selama Perang Dingin

Internasional
Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

Global
Ditinggal Perancis, Mali Minta Bantuan Perusahaan Militer Swasta Rusia

Ditinggal Perancis, Mali Minta Bantuan Perusahaan Militer Swasta Rusia

Global
Kekeringan Parah Ancam Pasokan Listrik, Warga Brasil Diminta Berhenti Gunakan Lift dan Mandi Air Dingin

Kekeringan Parah Ancam Pasokan Listrik, Warga Brasil Diminta Berhenti Gunakan Lift dan Mandi Air Dingin

Global
Pecahkan Rekor Guinness, Anjing Ini Punya Kuping Terpanjang di Dunia

Pecahkan Rekor Guinness, Anjing Ini Punya Kuping Terpanjang di Dunia

Global
Partai Oposisi Taiwan Pilih Pemimpin Baru, Janji Buka Pembicaraan dengan China

Partai Oposisi Taiwan Pilih Pemimpin Baru, Janji Buka Pembicaraan dengan China

Global
Soal Taliban, Rusia Mengaku Sepakat dengan AS, China, dan Pakistan

Soal Taliban, Rusia Mengaku Sepakat dengan AS, China, dan Pakistan

Global
Ramai Soal AUKUS, Ini Perbandingan Kekuatan Angkatan Laut China-Australia

Ramai Soal AUKUS, Ini Perbandingan Kekuatan Angkatan Laut China-Australia

Global
Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Pfizer Dapat Dosis Booster

Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Pfizer Dapat Dosis Booster

Global
5 Organisasi Rahasia yang Paling Misterius di Dunia

5 Organisasi Rahasia yang Paling Misterius di Dunia

Internasional
UNIK GLOBAL: Ibu di Inggris Lahirkan 'Bayi Online' | Pengantin Malaysia Bawa Bayi Kembar saat Resepsi

UNIK GLOBAL: Ibu di Inggris Lahirkan "Bayi Online" | Pengantin Malaysia Bawa Bayi Kembar saat Resepsi

Global
Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia, 7 Orang Tewas

Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Somalia, 7 Orang Tewas

Global
Para Uskup Katolik Kanada Minta Maaf Atas Kasus Pelecehan Anak di Sekolah Asrama

Para Uskup Katolik Kanada Minta Maaf Atas Kasus Pelecehan Anak di Sekolah Asrama

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.