Korindo: Lisensi Keberlanjutan Perusahaan Sawit Raksasa Asal Korsel Dicabut Lembaga Sertifikasi Hutan FSC

Kompas.com - 15/07/2021, 20:52 WIB
Foto ini diambil dari pesawat oleh Greenpeace pada Mei 2013 yang menunjukkan tumpukan kayu yang terbakar. GREENPEACE via BBC INDONESIAFoto ini diambil dari pesawat oleh Greenpeace pada Mei 2013 yang menunjukkan tumpukan kayu yang terbakar.

 

 

SEOUL, KOMPAS.com - Forest Stewardship Council, FSC, lembaga sertifikasi hutan mengumumkan langkah mencabut lisensi merek dagang perusahaan sawit Korea Selatan Korindo sementara, menyusul laporan investigasi yang menunjukkan perusahaan itu diduga "secara sengaja" menggunakan api untuk membuka lahan di Papua.

"FSC menghentikan lisensi merek dagang Korindo dengan FSC dan penghentian ini akan mulai berlaku mulai 16 Oktober 2021," demikian pengumuman FSC Kamis (15/7/2021).

Cap FSC, yang bergambar pohon, ditempel pada produk-produk kertas dan barang berbahan kayu, sebagai pengesahan bahwa produk tersebut bisa dipasarkan di Inggris dan Eropa, dan mempromosikan bahwa produk tersebut berasal dari proses produksi berkelanjutan.

Baca juga: Investigasi Ungkap Perusahaan Korsel Bakar Hutan Papua untuk Perluasan Lahan Sawit

Investigasi yang dilakukan oleh Forensic Architecture dan Greenpeace yang diterbitkan pada November lalu bersama dengan BBC, menemukan bukti bahwa Korindo telah melakukan pembakaran lahan untuk membuka perkebunan kelapa sawitnya selama periode 2011-2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Investigasi tersebut menemukan bukti kebakaran di salah satu konsesi Korindo selama beberapa tahun dengan pola "pembakaran yang disengaja" secara konsisten.

Saat hasil investigasi tersebut diterbitkan pada November 2020, FSC berkata mereka tidak akan mengeluarkan FCS dari keanggotaan dan akan bekerja bersama Korindo yang berkomitman untuk melakukan "perbaikan, yang dirasa lebih penting ketimbang memberikan hukuman".

Tapi kini, FSC menyatakan "kondisi ini tak dapat dipertahankan lagi" dan mengakhiri penggunaan lisensi merek dagang FSC untuk sementara.

Dikonfirmasi pada Rabu (14/7/2021), Korindo mengatakan "terkejut atas keputusan FSC".

Kwangyul Peck, Chief Sustainability Officer di Korindo Group, melalui keterangan tertulis kepada BBC Indonesia, mengatakan Korindo "telah menjalankan setiap langkah pada roadmap yang telah disepakati bersama dalam beberapa tahun terakhir" dan menegaskan bahwa "tidak ada masalah yang serius" dalam proses reasosiasi dengan FSC.

"Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali"

Hutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Foto diambil tahun 2018.GREENPEACE via BBC INDONESIA Hutan primer Papua kini mulai beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Foto diambil tahun 2018.
Dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan oleh FSC pada hari ini, Kamis (15/7/2021), tertulis: "Menyusul keputusan Dewan direksi, Korindo telah 'berupaya meningkatkan kemajuan dari sisi sosial dan lingkungan seperti yang ditetapkan dalam persyaratan FSC pada 2019.'

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Global
PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

Global
Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Global
Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Global
Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Global
Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Global
Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Global
Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.