Kompas.com - 15/07/2021, 16:11 WIB

KOMPAS.com - Remaja berumur empat belas tahun itu sedang bermain football saat gitaris ternama Jimi Hendrix, dikabarkan meninggal.

Saat itu, masih tahun 1970. Belum ada yang menandingi kemampuan Hendrix sebagai gitaris papan atas dengan kemampuan di atas rata-rata.

Penggemar Hendrix pun sedih mendengar kabar ini, termasuk remaja itu. Kesedihannya pun tak tanggung-tanggung.

Dirinya bahkan sempat melawan pelatihnya, dan lantas memutuskan berhenti bermain football.

Baca juga: Selamat Jalan Aria Baron, Eks Gitaris dan Manajer Band GIGI

Bertahun-tahun kemudian, bocah itu dikenal sebagai sosok berkepala plontos, yang kemampuan jari-jarinya seolah menyatu dengan fret gitar.

Pria itu dikenal sebagai master gitar dunia, Joseph “Joe” Satriani. Dirinya meninggalkan football, demi sesuatu yang sangat dia cintai: gitar.

Satriani dilahirkan di Westbury, New York, pada tanggal 15 Juli 1956. Pada usia empat belas, momen kematian Hendrix mempengaruhi hidupnya.

Dirinya pun lantas terinspirasi bermain gitar, hingga pada 1974, Satriani belajar musik dangan gitaris Jazz Billy Bauer dan pianist jazz Lennie Tristano.

Tuntutan teknis Tristano sangat mempengaruhi permainan Satriani, yang kemudian mahir memainkannya.

Di situlah dia mulai mengajar gitar, dan murid pertamanya saat itu adalah Steve Vai--yang akhirnya juga dikenal sebagai legenda gitar dunia.

Baca juga: Steve Vai Ulang Keberhasilan 17 Tahun Silam

Pada 1978, Satriani pindah ke Berkeley, California untuk mengejar karier sebagai pengajar musik.

Setelah sampai di California, dia mendapat banyak murid yang sekarang dikenal sebagai musisi papan atas dunia.

Selain Vai, ada pula Kirk Hammet gitaris Metallica, David Bryson gitaris Counting Crows, Kevin Cadogan dari Third Eye Blind, Larry LaLonde dari Primus/Possessed, sampai Alex Skolnick dari Testament.

Ada pula Rick Hunolt mantan personel Exodus, Phil Kettner dari Lääz Rockit, Geoff Tyson dari T-Ride, Charlie Hunter, dan David Turin.

Ketika Steve Vai mencapai puncak kejayaannya dengan bermain bersama David Lee Roth pada tahun 1986, Vai sering membicarakan tentang Satriani di beberapa interview dengan majalah gitar, termasuk interview dengan Guitar World.

Hingga akhirnya pada 1987, album kedua Satriani “Surfing With The Alien” menjadi hits di radio-radio dan mencapai posisi tertinggi untuk album instrumental.

Baca juga: Jimi Hendrix sampai John Lennon, Musisi Terkenal yang Memprediksi Kematian Mereka Sendiri

Karier Satriani terus berlanjut, dan gitar tetap jadi teman terbaiknya. Dirinya sempat direkrut musisi papan atas menjadi gitarisnya. Di antaranya Mick Jagger sampai Deep Purple.

Pada tahun 1992, Satriani merilis The Extremist, yang merupakan album paling sukses secara komersial sampai saat ini.

Stasiun-stasiun radio memutar single "Summer Song” yang semakin menaikkan nama Satriani. Termasuk juga “Discman“. “Crying“, “Friends” yang menjadi hits di radio-radio AS.

Satriani pun membentuk G3 pada 1996, yang berisikan tiga orang gitaris. Line up aslinya adalah Joe Satriani, Steve Vai dan Eric Johnson.

Tapi, Satriani jadi satu-satunya anggota tetap dalam setiap konser G3, dengan didampingi gitaris lain, mulai dari Yngwie J Malmsteen, John Petrucci, Kenny Wayne Shepperd, Robert Fripp, Andy Timmons, Uli Jon Roth, Michael Schenker, Adrian Legg hingga Paul Gilbert.

Baca juga: Gitar Frankenstrat Milik Eddie Van Halen Akan Dilelang

Sang virtuoso yang menguasai banyak teknik gitar ini, tak serta merta melupakan idola dan sosok yang mengubah hidupnya di usia 14 tahun.

Pada bulan Maret 2010, Satriani bergabung dengan beberapa gitaris untuk acara Tribute Tur Experience Hendrix.

Dengan gitar Ibanez dan amplifier Peavey JSX andalanya, Satriani, seolah mengenang insiden keluarnya dirinya dari tim football, demi menjadi seperti Hendrix

Dan gitar sudah membawanya sejauh ini, sebagai guru, sebagai musisi, sebagai alunan-liukan yang terus bergema dalam petikan nada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber wikipedia

Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecewa Tim Nasional Kalah di Piala Dunia, Suporter Picu Kerusuhan di Ibu Kota Belgia

Kecewa Tim Nasional Kalah di Piala Dunia, Suporter Picu Kerusuhan di Ibu Kota Belgia

Global
Bisakah Perusahaan Kecil Bersaing dengan Raksasa Teknologi?

Bisakah Perusahaan Kecil Bersaing dengan Raksasa Teknologi?

Global
Kertas Putih Kosong Jadi Strategi Demo Tolak Pembatasan Covid-19 China

Kertas Putih Kosong Jadi Strategi Demo Tolak Pembatasan Covid-19 China

Global
Covid di China: Demonstrasi Meluas Usai Kebakaran Urumqi, Massa Tuntut Xi Jinping Mundur

Covid di China: Demonstrasi Meluas Usai Kebakaran Urumqi, Massa Tuntut Xi Jinping Mundur

Global
PM Malaysia Anwar Ibrahim Tolak Sedan Rp 6,6 Miliar Jadi Kendaraan Dinas, Pilih Mobil yang Ada

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tolak Sedan Rp 6,6 Miliar Jadi Kendaraan Dinas, Pilih Mobil yang Ada

Global
Tanah Longsor Tewaskan 14 Orang yang Hadiri Pemakaman di Kamerun

Tanah Longsor Tewaskan 14 Orang yang Hadiri Pemakaman di Kamerun

Global
Milisi Al-Shabaab Serang Hotel di Somalia, Para Pejabat Dikeluarkan lewat Jendela

Milisi Al-Shabaab Serang Hotel di Somalia, Para Pejabat Dikeluarkan lewat Jendela

Global
Piala Dunia: Federasi Sepak Bola AS Sempat Hilangkan Lambang Bendera Iran di Media Sosial

Piala Dunia: Federasi Sepak Bola AS Sempat Hilangkan Lambang Bendera Iran di Media Sosial

Global
Kritik Keras Rezim Iran, Keponakan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Ditangkap

Kritik Keras Rezim Iran, Keponakan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Ditangkap

Global
Rangkuman Hari Ke-277 Serangan Rusia ke Ukraina: Dnipropetrovsk Digempur 5 Serangan Moskwa, Salju Turun di Kyiv

Rangkuman Hari Ke-277 Serangan Rusia ke Ukraina: Dnipropetrovsk Digempur 5 Serangan Moskwa, Salju Turun di Kyiv

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia| Misteri Sekawanan Domba di China Berjalan Melingkar

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Anwar Ibrahim Jadi PM Baru Malaysia| Misteri Sekawanan Domba di China Berjalan Melingkar

Global
Seorang Pria Bertahan 32 Jam Terombang-ambing di Laut Setelah Jatuh dari Kapal Pesiar

Seorang Pria Bertahan 32 Jam Terombang-ambing di Laut Setelah Jatuh dari Kapal Pesiar

Global
TV China Sensor Siaran Piala Dunia Qatar, Adegan Penonton Tanpa Masker Hilang

TV China Sensor Siaran Piala Dunia Qatar, Adegan Penonton Tanpa Masker Hilang

Global
Kisah Pilu Remaja dengan “Sindrom Manusia Serigala', Kerap Dirundung hingga Dilempari Batu

Kisah Pilu Remaja dengan “Sindrom Manusia Serigala", Kerap Dirundung hingga Dilempari Batu

Global
Putri Kim Jong Un Kembali Muncul, Sedang Disiapkan untuk Jadi Penerus?

Putri Kim Jong Un Kembali Muncul, Sedang Disiapkan untuk Jadi Penerus?

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.