AS Izinkan Iran Pakai Dana Beku yang Kena Sanksi untuk Bayar Utangnya

Kompas.com - 15/07/2021, 13:05 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara tentang rilis Laporan Kongres 2021 Sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Genosida dan Kekejaman Elie Wiesel di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 12 Juli 2021. AP PHOTO/MANUEL BALCE CENETAMenteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara tentang rilis Laporan Kongres 2021 Sesuai dengan Undang-Undang Pencegahan Genosida dan Kekejaman Elie Wiesel di Departemen Luar Negeri di Washington, Senin, 12 Juli 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mengizinkan Iran menggunakan dana beku yang terdampak sanksi AS ke Iran untuk menyelesaikan utang di Korea Selatan dan Jepang.

Pernyataan tersebut disampaikan Rabu (14/7/2021), seiring pembicaraan yang berlarut-larut untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang mengharapkan keringanan sanksi.

Baca juga: Militer Israel Minta Peningkatan Anggaran agar Bisa Serang Iran

AS mempertahankan sanksi besar-besaran terhadap rezim ulama Iran. Artinya perusahaan yang berurusan dengan banyak rekening bank di Iran, bisa berurusan dengan hukum di ekonomi terbesar di dunia itu.

Kementerian Luar Negeri AS (Kemlu AS) mengatakan telah membiarkan perusahaan Jepang dan Korea Selatan menerima pembayaran dari rekening Iran yang ditargetkan AS.

Transaksi tersebut untuk membayar ekspor yang dikirim sebelum pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump mulai memberlakukan sanksi terberatnya pada 2019.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menandatangani pengabaian (sanksi) sebelumnya dan telah memperpanjangnya selama 90 hari, karena "transaksi pembayaran ini terkadang memakan waktu," kata juru bicara Kemlu AS melansir AFP pada Rabu (14/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk lebih jelasnya: Pengabaian tidak memungkinkan transfer dana apa pun ke Iran."

Juru bicara itu mengatakan tujuan pengabaian sanksi adalah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan di Jepang dan Korea Selatan, menghormati aliansi dan sebagai "dukungan atas semua sanksi AS dan PBB."

Baca juga: Sempat Membantah, Iran Kini Akui Ada Negosiasi Pertukaran Tahanan dengan AS

Korea Selatan dan pada tingkat lebih rendah Jepang, keduanya adalah eksportir teknologi utama Iran. Mereka memegang miliaran dollar aset dari Iran, yang macet sejak sanksi Trump.

Korea Selatan mengatakan pada April bahwa mereka telah menyelesaikan perselisihan lebih dari 7 miliar dollar AS (Rp 101 triliun), yang diblokir dari Iran tetapi telah menunggu lampu hijau AS.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.