J&J dan AstraZeneca Selidiki Kemungkinan Modifikasi Vaksin Covid-19 Terkait Pembekuan Darah

Kompas.com - 15/07/2021, 11:53 WIB
Ilustrasi vaksin individu berbayar, vaksin berbayar Kimia Farma, vaksin berbayar Sinopharm, dan vaksinasi berbayar. SHUTTERSTOCK/Vladimka productionIlustrasi vaksin individu berbayar, vaksin berbayar Kimia Farma, vaksin berbayar Sinopharm, dan vaksinasi berbayar.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tim di Johnson & Johnson (J&J), AstraZeneca, dan Universitas Oxford bekerja sama dengan ilmuwan luar untuk memodifikasi vaksin Covid-19 mereka guna mengurangi atau menghilangkan risiko pembekuan darah langka tetapi berbahaya yang telah dikaitkan dengan vaksin Covid-19.

Penelitian ini masih dalam tahap awal. Namun, berkat dorongan para ilmuwan independen di Eropa, AS, dan Kanada, produsen vaksin Covid-19 itu telah memperoleh petunjuk yang berkembang pesat tentang bagaimana gumpalan terbentuk.

“(Petunjuk) itu meningkatkan harapan untuk mengidentifikasi penyebabnya dan kemungkinan merekayasa ulang vaksin AstraZeneca untuk tahun depan,” The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada Selasa (13/7/2021), mengutip beberapa orang yang mengetahui proses tersebut.

Baca juga: Myanmar Akan Terima Enam Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari China

Belum pasti apakah kedua vaksin itu dapat dimodifikasi atau apakah masuk akal secara komersial untuk melakukannya, menurut surat kabar itu.

Seorang juru bicara J&J mengatakan kepada WSJ bahwa perusahaan mendukung "penelitian dan analisis lanjutan saat kami bekerja dengan para ahli medis dan otoritas kesehatan global".

AstraZeneca mengatakan secara aktif bekerja dengan regulator dan komunitas ilmiah untuk memahami peristiwa pembekuan darah yang sangat langka ini, termasuk informasi untuk mendorong diagnosis dan intervensi dini, dan perawatan yang tepat, WSJ melaporkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada April, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyerukan penghentian sementara penggunaan vaksin Covid-19 J&J.

Penghentian itu dilakukan setelah vaksin Covid-19 satu dosis tersebut dikaitkan dengan kasus pembekuan darah parah, tetapi jarang terjadi. Aturan itu kemudian dicabut setelah badan itu menentukan bahwa manfaat vaksin melebihi risikonya.

Vaksin AstraZeneca belum disetujui untuk digunakan di AS, tetapi digunakan secara luas di bagian lain dunia.

Baca juga: Remaja di Norwegia Mengaku Payudara Membesar Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

WSJ melaporkan regulator di Inggris dan Eropa, di mana vaksin itu banyak digunakan, merekomendasikan bahwa orang yang lebih muda, yang dianggap lebih rentan terhadap pembekuan, menerima vaksin Covid-19 yang berbeda,.

Secara terpisah, vaksin J&J dan AstraZeneca sedang diteliti terkait dengan sindrom Guillain-Barre, gangguan di mana sistem kekebalan menyerang saraf.

Pada Senin (12/7/2021), regulator AS menambahkan, peringatan ke vaksin J&J tentang risiko kecil, tetapi meningkatkan terkait gangguan tersebut.

CDC mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa sekitar 100 laporan awal sindrom Guillain-Barre telah terdeteksi setelah 12,8 juta dosis suntikan vaksin Covid-19 J&J di AS.

Regulator di Eropa juga merekomendasikan peringatan serupa bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat menyebabkan peningkatan risiko sindrom Guillain-Barre.

Baca juga: WHO: Kacau Pencampuran Vaksin Covid-19 Berbeda Produsen oleh Individu

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

Global
Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Global
Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Global
Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Global
Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Global
Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Global
Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Global
Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.