Vaksin Sputnik V Akan Diproduksi 300 Juta Dosis per Tahun di India

Kompas.com - 13/07/2021, 21:09 WIB
Ilustrasi vaksin corona, vaksin Covid-19. Shutterstock/Amazein DesignIlustrasi vaksin corona, vaksin Covid-19.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Para pengembang vaksin virus corona Sputnik V Rusia pada Selasa (13/7/2021) mengumumkan, kesepakatan telah dicapai dengan produsen vaksin India, Serum Institute, untuk memproduksi 300 juta dosis per tahun.

“Para pihak bermaksud untuk memproduksi lebih dari 300 juta dosis vaksin di India per tahun dengan batch pertama diperkirakan pada September 2021,” kata Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dikutip dari AFP.

Vaksin Sputnik V didaftarkan oleh Rusia pada Agustus 2020, menjadi yang pertama dari empat vaksin Covid-19 yang dikembangkan di negara itu.

Baca juga: Studi: Vaksin Sputnik V Rusia Ampuh Lawan Corona Varian Delta

RDIF mengatakan, vaksin Sputnik V sudah disetujui untuk digunakan di 67 negara.

Pengembangan dan distribusinya yang sangat cepat dan sudah dipakai menjelang uji coba tahap akhir, membuat vaksin corona tersebut awalnya disambut dengan skeptis.

Namun Sputnik V akhirnya bisa menenangkan para ahli, dan Presiden Vladimir Putin akhir bulan lalu mengumumkan sudah disuntik dengan vaksin tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kirill Dmitriev, CEO RDIF, menggambarkan kesepakatan dengan Serum sebagai langkah besar yang akan meningkatkan kemampuan produksi Sputnik V, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa-nyawa baik di India maupun di seluruh dunia.

Baca juga: Putin Mengaku Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia Sputnik V

Dia mengatakan, transfer teknologi telah dimulai dan produksi bersama diharapkan akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

CEO Serum Institute Adar Poonawalla mengatakan, "Dengan kemanjuran tinggi dan profil keamanan yang baik, sangat penting bahwa vaksin Sputnik dapat diakses secara penuh untuk orang-orang di seluruh India dan dunia."

Pada Januari, RDIF yang membantu mendanai Sputnik V, mengumumkan bahwa mereka telah mengajukan pendaftaran vaksin itu di Uni Eropa.

Baca juga: WHO Temukan Masalah di Situs Produksi Vaksin Sputnik V

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.