Badan Kesehatan AS Peringatkan Muncul Kasus Gangguan Neurologis Langka dari Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson

Kompas.com - 13/07/2021, 19:10 WIB
Sejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021. AP PHOTO/TED S WARRENSejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat memperingatkan pada Senin (12/7/2021) tentang adanya kasus pada vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, berupa gangguan neurologis langka yang disebut Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Johnson & Johnson (J&J) adalah perusahaan pengembang vaksin Covid-19 yang diberikan otorisasi untuk memberikan suntikan darurat pada Februari, tetapi sedikit digunakan di Amerika.

Berdasarkan analisis sistem pemantauan vaksinasi federal, pejabat AS telah mengidentifikasi 100 laporan awal GBS, setelah sekitar 12,5 juta dosis vaksin Johnson & Johnson diberikan.

Baca juga: Vaksin Johnson & Johnson Diklaim Bisa Beri Kekebalan Lebih Lama

Melansir AFP pada Selasa (13/7/2021), dari laporan tersebut diketahui 95 dari 100 orang mengalami kondisi serius dan memerlukan rawat inap. Ada satu orang dilaporkan telah meninggal.

GBS adalah gangguan neurologis, di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel saraf, menyebabkan kelemahan otot atau, dalam kasus yang paling parah, menyebabkan kelumpuhan.

Ini mempengaruhi sekitar 3.000 hingga 6.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat, dan sebagian besar telah pulih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kebanyakan orang, gejala GBS dimulai dalam 42 hari setelah menerima vaksin Johnson & Johnson, dan "kemungkinan hal ini terjadi sangat rendah."

Baca juga: Vaksin Johnson & Johnson Dinilai Efektif Lawan Semua Varian Covid-19

Individu harus segera mencari pertolongan medis, jika mereka mengalami kelemahan atau sensasi kesemutan, terutama di kaki atau lengan, yang memburuk atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kesulitan berjalan, kesulitan menggerakan wajah, termasuk berbicara, mengunyah atau menelan, mengalami penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata, dan hilangnya fungsi kandung kemih atau usus, merupakan gejala yang harus segera dikonsultasikan ke dokter.

Sementara itu, FDA terus bekerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam pengawasan keamanan vaksin Covid-19, "terus menemukan manfaat yang diketahui dan potensi yang jelas lebih besar dari pada risiko yang diketahui dan potensial," kata pejabat terkait.

Baca juga: Disebut Lebih Pilih Lihat Mayat Menumpuk Ketimbang Lockdown, Boris Johnson Buka Suara

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.