Taliban Kuasai 85 Persen Wilayah, Krisis Kemanusiaan Afghanistan Berpotensi Muncul

Kompas.com - 11/07/2021, 14:49 WIB
Para perempuan Afghanistan ketika berlatih menggunakan senapan serbu AK-47 dalam program pelatihan di Chennai, pada 18 Februari 2021. AFP PHOTO/ARUN SANKARPara perempuan Afghanistan ketika berlatih menggunakan senapan serbu AK-47 dalam program pelatihan di Chennai, pada 18 Februari 2021.

KABUL, KOMPAS.com – Setelah pasukan Amerika Serikat (AS) dan tentara asing hengkang, Taliban secara cepat menduduki sejumlah wilayah di Afghanistan.

Kondisi tersebut membuat komunitas internasional khawatir akan krisis kemanusiaan yang berpotensi muncul.

Kelompok ekstremis tersebut kini mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan sebagaimana dilansir New York Post, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Militan Taliban Robek Bendera Afghanistan di Kota Islam Qala yang Direbut

Mereka juga meduduki rute penyeberangan penting di daerah yang berbatasan dengan Iran dan Turkmenistan.

Pada pekan ini, pejabat AS yakin bahwa pemerintah Afghanistan (yang didukung Washington) siap untuk membela dan mempertahankan negara mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Mengeklaim wilayah atau mengklaim tanah tidak berarti Anda dapat mempertahankannya dari waktu ke waktu” kata Juru Bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah wawancara dengan CNN.

“Jadi saya pikir sudah waktunya bagi pasukan Afghanistan untuk turun ke lapangan, dan mereka berada di lapangan, untuk membela negara mereka, rakyat mereka,” tambah Kirby.

Baca juga: China Maju Dukung Afghanistan Lawan Taliban Saat Pasukan AS Ditarik Mundur

Tapi di sisi lain, Kirby juga mengakui bahwa muncul situasi keamanan yang memburuk di Afghanistan.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan Afghanistan berpotensi diguncang krisis kemanusiaan di masa depan.

“Kami prihatin dengan kurangnya akses untuk menyalurkan obat-obatan dan pasokan penting dan kami khawatir tentang serangan terhadap tenaga kesehatan,” kata Direktur Kegawatdaruratan WHO Regional Rick Brennan.

Dia mengatakan, setidaknya ada 18,4 juta warga Afghanistan yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Afghanistan Dalam Bayang-bayang Taliban, Kejadian 1989 Bisa Terulang

Di antara daftar tersebut, 3,1 juta anak-anak berisiko kekurangan gizi akut.

Sebelumnya, pada pekan lalu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden menarik banyak tentara AS dari Pangkalan Udara Bagram yang merupakan pangkalan militer terbesar AS di Afghanistan.

Biden juga menetapkan bahwa 31 Agustus merupakan tenggat penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanistan.

Baca juga: Terkait Covid-19, UEA Larang Pelancong dari Indonesia dan Afghanistan Masuk


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Kisah Ibu yang Terpisah dari 7 Anaknya Selama 38 Tahun karena G30S/PKI

Global
Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga 'Panic Buying'

Inggris Kekurangan BBM akibat Brexit, Warga "Panic Buying"

Global
Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Kapal Perang Inggris untuk Kali Pertama Lewati Selat Taiwan

Global
Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Berkat “Operation Soccer Balls”, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Dapat Suaka di Portugal

Global
Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Inilah Kamar Brian Laundrie Tunangan Gabby Petito, Ada Barang-barang Mencurigakan

Global
China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

China Klaim Kekuatan Mereka Bantu Pembebasan Anak Pendiri Huawei Meng Wanzhou

Internasional
Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Aksi Penipuan Pegawai Petronas, Mengaku 14 Kerabat Meninggal karena Covid-19 demi Dapat Sumbangan

Internasional
Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Ada Gambar Kim Jong Un di Area Prostitusi Jepang, Bisa Anda Temukan yang Mana?

Global
Inggris Alami Krisis Bahan Bakar, Tentara Diminta Turun Tangan Tenangkan Kepanikan

Inggris Alami Krisis Bahan Bakar, Tentara Diminta Turun Tangan Tenangkan Kepanikan

Global
Politisi Palestina, Khalida Jarrar, Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Israel Setelah Hampir 2 Tahun

Politisi Palestina, Khalida Jarrar, Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Israel Setelah Hampir 2 Tahun

Global
Taliban Larang Anggotanya Selfie, Jalan-jalan, dan Berpakaian Keren karena Bisa Merusak 'Ïmage'

Taliban Larang Anggotanya Selfie, Jalan-jalan, dan Berpakaian Keren karena Bisa Merusak "Ïmage"

Internasional
Surat Rahasia dari Pengusaha Perempuan Pertama di Dunia Ditemukan, Ini Isinya...

Surat Rahasia dari Pengusaha Perempuan Pertama di Dunia Ditemukan, Ini Isinya...

Internasional
Adik Kim Jong Un Tidak Masalah jika Gelar Pertemuan dengan Korea Selatan, asal...

Adik Kim Jong Un Tidak Masalah jika Gelar Pertemuan dengan Korea Selatan, asal...

Internasional
Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks, Wanita Ini Mendarat di Atap Mobil

Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks, Wanita Ini Mendarat di Atap Mobil

Internasional
China Akan Pamerkan Semua Persenjataan dan Peralatan Canggih dalam Pertunjukan Udara Terbesar

China Akan Pamerkan Semua Persenjataan dan Peralatan Canggih dalam Pertunjukan Udara Terbesar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.