Tentara AS Pergi, Afghanistan Minta Bantuan Rusia, China, dan India

Kompas.com - 10/07/2021, 16:00 WIB
Milisi yang setia kepada Ata Mohammad Noor, kepala Jamiat-e-Islami, berjaga di kantor mereka di Mazar-e-Sharif utara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (8/7/2021). Ata Mohammad Noor merupakan salah satu panglima perang paling kuat Afghanistan utara dan sekutu penting AS dalam kekalahan Taliban tahun 2001. Dia menyalahkan pemerintah Afghanistan yang terpecah belah dan kepergian AS yang tidak bertanggung jawab untuk serangkaian keuntungan Taliban baru-baru ini di utara. AP PHOTO/RAHMAT GULMilisi yang setia kepada Ata Mohammad Noor, kepala Jamiat-e-Islami, berjaga di kantor mereka di Mazar-e-Sharif utara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (8/7/2021). Ata Mohammad Noor merupakan salah satu panglima perang paling kuat Afghanistan utara dan sekutu penting AS dalam kekalahan Taliban tahun 2001. Dia menyalahkan pemerintah Afghanistan yang terpecah belah dan kepergian AS yang tidak bertanggung jawab untuk serangkaian keuntungan Taliban baru-baru ini di utara.

KABUL, KOMPAS.com – Saat pasukan asing mulai meninggalkan Afghanistan, Taliban mengeklaim telah menguasai 85 persen wilayah negara tersebut.

Klaim tersebut disampaikan seorang negosiator Taliban, Shahabuddin Delawar, saat berada di Moskwa, Rusia, Jumat (9/7/2021).

Sebagai gantinya, Penasihat Keamanan Nasional Afghanistan Hamdullah Mohib mengumumkan bahwa negaranya akan menyambut baik segala dukungan eksternal seperti dari Rusia, China, dan India.

Baca juga: Taliban Klaim Kuasai 85 Persen Wilayah Afghanistan

Dukungan tersebut bisa meliputi dukungan teknis dan operasi anti-terorisme sebagaimana dilansir Sputnik News.

Namun, Mohib menekankan bahwa bantuan eksternal tersebut tidak boleh mengganggu urusan internal pemerintah Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menyambut baik dukungan teknis dari semua mitra eksternal, tentu saja, dari China, India, dan Rusia," ujar Mohib.

Dia menambahkan, pihak berwenang Afghanistan telah mengakui hak Taliban untuk eksis sebagai kekuatan politik yang sah bersama kelompok-kelompok lain di negara tersebut.

Baca juga: Video Taliban Kuasai Rute Perbatasan Penting Afghanistan-Iran

Permohonan Mohib tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Taliban yang mengeklaim menduduki 85 persen wilayah Afghanistan.

Pada Jumat pula, milisi Taliban itu mengambil alih kota perbatasan Islam Qala dan pos pemeriksaan Abu Nasa Farahi.

Kedua wilayah tersebut merupakan daerah kunci di sepanjang perbatasan Afghanistan-Iran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Ketika Seorang Anak Minta Topi Paus Fransiskus Secara Lansung di Panggung Audiensi Umum

Global
Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Pembunuh Anggota Parlemen Inggris David Amess Didakwa Aksi Terorisme

Global
Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Jenazah Ditemukan Dekat Temuan Barang Milik Tunangan Selebgram Gabby Petito, Brian Laundrie

Global
Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Pilih Keluar dari Keluarga Kerajaan, Putri Mako dan Pangeran Harry Punya Kemiripan

Global
3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

3 Tokoh Penting dalam Berdirinya PBB

Internasional
Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Jenis Sanksi Internasional dan Contoh Penerapan Terkini

Internasional
Isi Piagam PBB dan Sejarah Kesepakatannya

Isi Piagam PBB dan Sejarah Kesepakatannya

Internasional
Sejarah Hak Veto PBB dan Kontroversi di Baliknya

Sejarah Hak Veto PBB dan Kontroversi di Baliknya

Internasional
UPDATE Banjir dan Tanah Longsor di India dan Nepal, Sedikitnya 150 Orang Tewas

UPDATE Banjir dan Tanah Longsor di India dan Nepal, Sedikitnya 150 Orang Tewas

Global
Kisah Kemalangan Ratu Maria Eleonora dan Kekejamannya pada Sang Putri

Kisah Kemalangan Ratu Maria Eleonora dan Kekejamannya pada Sang Putri

Global
Covid-19 di China Merebak Lagi dari Klaster Wisatawan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Covid-19 di China Merebak Lagi dari Klaster Wisatawan, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Global
Taliban Dapat Dukungan 10 Negara, Desak AS dan Sekutu Bayar Bantuan Bangun Afghanistan

Taliban Dapat Dukungan 10 Negara, Desak AS dan Sekutu Bayar Bantuan Bangun Afghanistan

Global
Pacar Mengaku Selingkuh, Wanita di Singapura Buang TV dan Speaker dari Balkon Lantai 50

Pacar Mengaku Selingkuh, Wanita di Singapura Buang TV dan Speaker dari Balkon Lantai 50

Global
Daftar Badan Khusus PBB dan Tugasnya

Daftar Badan Khusus PBB dan Tugasnya

Internasional
Pemimpin Arab Saudi Terbuka Bahas Normalisasi Hubungan dengan Israel dengan Syarat

Pemimpin Arab Saudi Terbuka Bahas Normalisasi Hubungan dengan Israel dengan Syarat

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.