Pembunuhan Presiden Haiti dan Misteri yang Menyelimuti...

Kompas.com - 10/07/2021, 10:58 WIB
Foto tanggal 7 Februari 2020 memperlihatkan Presiden Haiti Jovenel Moise tiba untuk melakukan wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, ibu kota Haiti. AP PHOTO/DIEU NALIO CHERYFoto tanggal 7 Februari 2020 memperlihatkan Presiden Haiti Jovenel Moise tiba untuk melakukan wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, ibu kota Haiti.

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Sebuah regu pembunuh beranggotakan 28 orang yang terdiri dari warga Kolombia dan Amerika Serikat (AS), membunuh Presiden Jovenel Moise, kata polisi Haiti.

Akan tetapi, sedikit yang diketahui tentang siapa yang mendalangi pembunuhan Presiden Haiti dan motif mereka, saat penyelidikan digelar pada Jumat (9/7/2021).

Sebanyak 17 tersangka pembunuhan Presiden Haiti dalam serangan Rabu dini hari (7/7/2021) itu telah ditangkap, termasuk 15 warga Kolombia dan dua warga Amerika keturunan Haiti, kata polisi negara tersebut pada Kamis (8/7/2021) dalam konferensi pers.

Baca juga: Presiden Haiti Jovenel Moise Tewas dalam Serangan di Rumahnya

Tiga pria bersenjata asal Kolombia tewas ditembak polisi, sementara delapan anggota regu pembunuh masih buron, ujar kepala polisi Haiti Leon Charles, meskipun angkanya sedikit berbeda dari sumber resmi lainnya.

Namun hanya sedikit yang terungkap tentang apa tujuan orang-orang bersenjata masuk ke kediaman pribadi presiden, menembakinya dengan peluru, dan melukai istrinya, Martine.

Otoritas setempat telah menangkap para pembunuh Presiden Haiti, kata Leon, tetapi sekarang sedang mencari dalangnya.

Dalam file foto 7 Februari 2020 ini, Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara selama wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, Haiti.AP PHOTO/DIEU NALIO CHERY Dalam file foto 7 Februari 2020 ini, Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara selama wawancara di rumahnya di Petion-Ville, pinggiran Port-au-Prince, Haiti.
Polisi membawa beberapa tersangka kasus pembunuhan Presiden Haiti di depan media pada Kamis, bersama dengan paspor Kolombia dan senjata yang mereka sita.

Direktur polisi nasional Kolombia, Jenderal Jorge Luis Vargas, pada Jumat memaparkan, 17 mantan tentara Kolombia diduga terlibat dalam pembunuhan itu. Angka tersebut naik dari enam orang yang diduga sebelumnya.

Dua pria yang tewas ditembak polisi Haiti dan 15 orang lainnya kemungkinan anggota tentara nasional Kolombia, yang keluar antara 2018-2020, kata Vargas dalam konferensi pers.

Baca juga: 17 Eks Tentara Kolombia Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti

Presiden Kolombia Ivan Duque kemudian meyakinkan Perdana Menteri Sementara Haiti Claude Joseph, tentang kolaborasi negaranya dalam memajukan penyelidikan ketika melakukan panggilan telepon pada Jumat.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluncuran 5G Berdampak Pembatalan Penerbangan Menuju AS

Peluncuran 5G Berdampak Pembatalan Penerbangan Menuju AS

Global
Israel Gusur Satu Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan Hancurkan Rumahnya

Israel Gusur Satu Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan Hancurkan Rumahnya

Global
8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
Potong Kurban Sambil Mabuk, Seorang Imam Salah Sasar Kepala Orang Bukan Kambing

Potong Kurban Sambil Mabuk, Seorang Imam Salah Sasar Kepala Orang Bukan Kambing

Global
Jam Kerja Sudah Habis, Pilot Ini Menolak Terbang Lagi Setelah Pesawat Mendarat Darurat

Jam Kerja Sudah Habis, Pilot Ini Menolak Terbang Lagi Setelah Pesawat Mendarat Darurat

Global
Ini Strategi Taiwan Jika China Benar-benar Menyerang

Ini Strategi Taiwan Jika China Benar-benar Menyerang

Global
Austria Iming-imingi Warganya Lotre Agar Mau Divaksin Covid-19

Austria Iming-imingi Warganya Lotre Agar Mau Divaksin Covid-19

Global
10 Negara yang Pendapatan Warganya Tertinggi di Dunia

10 Negara yang Pendapatan Warganya Tertinggi di Dunia

Global
AS Bagikan 400 Juta Masker Berkualitas Tinggi Gratis untuk Rakyatnya

AS Bagikan 400 Juta Masker Berkualitas Tinggi Gratis untuk Rakyatnya

Global
Israel Borong 3 Kapal Selam dari Jerman, Harganya Rp 48 Triliun

Israel Borong 3 Kapal Selam dari Jerman, Harganya Rp 48 Triliun

Global
Paha Mengalihkan Perhatian Sopir, Perempuan Uganda Dilarang Naik Truk di Kursi Depan

Paha Mengalihkan Perhatian Sopir, Perempuan Uganda Dilarang Naik Truk di Kursi Depan

Global
Temukan Surat Cinta Misterius di Mobil, Istri Campakkan Suami Saat Ulang Tahun Pernikahan

Temukan Surat Cinta Misterius di Mobil, Istri Campakkan Suami Saat Ulang Tahun Pernikahan

Global
Joe Biden Belum Berencana Cabut Tarif Barang-barang dari China

Joe Biden Belum Berencana Cabut Tarif Barang-barang dari China

Global
Madame Tussauds Pajang Patung Lilin Joe Biden dan Kamala Harris

Madame Tussauds Pajang Patung Lilin Joe Biden dan Kamala Harris

Global
Beijing Peringatkan Kapal Perang AS Pergi dari Laut China Selatan

Beijing Peringatkan Kapal Perang AS Pergi dari Laut China Selatan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.