Kisruh Perebutan Tanah Palestina oleh Pemukim Ilegal Israel, Bisakah Berakhir?

Kompas.com - 09/07/2021, 19:46 WIB
Penduduk Palestina berdiri di dekat puing-puing sebuah toko yang dihancurkan oleh otoritas Israel di lingkungan Silwan, Yerusalem timur yang dicaplok Israel, pada 29 Juni 2021. AFP PHOTO/AHMAD GHARABLIPenduduk Palestina berdiri di dekat puing-puing sebuah toko yang dihancurkan oleh otoritas Israel di lingkungan Silwan, Yerusalem timur yang dicaplok Israel, pada 29 Juni 2021.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Pada awal Mei, tercatat lebih dari 50 keluarga Israel mengemasi tas mereka dan pindah ke puncak bukit di Tepi Barat, yang merupakan wilayah Palestina.

Mereka dengan cepat mendirikan rumah modular, sinagoga, pembibitan, dan bahkan menggali taman bermain untuk mengklaim sebidang tanah yang tidak mereka beli atau warisi.

Di saat pertumbuhan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki mereka semakin masif, PBB mendesak Israel untuk segera menghentikan ekspansi pemukiman.

Tapi tentu saja pemukim Israel menolak mengosongkan pemukiman ilegal di Tepi Barat

Baca juga: Lagi, Tentara Israel Tembak Mati Warga Palestina

Dilansir Al Jazeera, para pemukim ini menyebut pemukiman baru mereka sebagai pos terdepan Evyatar--yang diambil dari nama Evyatar Borosky, seorang pria Israel yang dibunuh pada 2013 oleh seorang yang diduga berdarah Palestina.

Semua pemukiman atau "pos-pos"--istilah Israel untuk terus mengklaim tanah Palestina setelah mereka berkomitmen untuk membekukan pemukiman ini di Kesepakatan Oslo 1993--dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, pos terdepan Evyatar juga ilegal menurut hukum Israel.

Lokasi tanah itu memang sangat strategis. Terletak di selatan Nablus, di daerah yang disebut Jabal Sabih di desa Beita dan Yatma.

Daerah ini awalnya diharapkan menjadi bagian dari negara masa depan Palestina.

Tapi, pemukiman yang didirikan Isra di daerah ini akan mematahkan "mimpi" Palestina itu.

Baca juga: Israel Akan Sita Akun Hamas yang Digunakan untuk Kumpulkan Mata Uang Kripto

Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

71 Persen Populasi China Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Penuh

Global
Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Pemilu Kanada 2021: Profil Erin O'Toole, Pemula yang Berpeluang Kalahkan PM Justin Trudeau

Global
Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Taliban Larang Staf Wanita Masuk Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan

Global
Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Kali Pertama dalam 30 Tahun, Pasukan Jepang Gelar Latihan Skala Besar

Global
Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Terancam Kalah dari Pemula

Global
Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Rusia: India Berminat Borong Sistem Pertahanan S-500

Global
10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

10 Pemimpin Terlama dalam Sejarah Pemerintahan Manusia

Internasional
Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Penanganan Evakuasi dari Afghanistan Tak Maksimal, Menlu Belanda Mundur

Global
Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Bantu Australia Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, AS: Tak Cari Konflik dengan China

Global
POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

POPULER GLOBAL: Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan | Warga El Salvador Demo Tolak Bitcoin

Global
Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Kisah Misteri Pandemi 1916, Penyakit Tidur yang Buat Banyak Orang Mati dalam Lelap

Global
Kisah Lorena Bobbitt, Potong Alat Kelamin Suaminya dan Dilempar dari Mobil karena Alami KDRT

Kisah Lorena Bobbitt, Potong Alat Kelamin Suaminya dan Dilempar dari Mobil karena Alami KDRT

Global
Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Maut di Bandara Tenerife 1977, Tabrakan Pesawat Korbankan Ratusan Nyawa

Global
Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Hanyut di Laut Setelah Kapal Karam, Ibu Selamatkan Anak-anaknya dengan Menyusui hingga Meninggal

Global
Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Petaka di Udara: 4 Kecelakan Pesawat Terbesar Sepanjang Masa

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.