Trump Resmi Gugat Facebook, Twitter, dan YouTube karena Menutup Akunnya

Kompas.com - 08/07/2021, 11:01 WIB
Foto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas. AP PHOTO/EVAN VUCCIFoto bertanggal 28 Oktober 2020 memperlihatkan Donald Trump saat masih menjabat Presiden Amerika Serikat, mendengarkan pembicaraan para pemimpin bisnis Nevada dalam sebuah acara di Trump International Hotel, Las Vegas.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (7/7/2021) mengajukan gugatan terhadap Facebook, Twitter, dan YouTube, karena menutup akunnya.

Gugatan Trump menutut ganti rugi yang belum ditentukan, atas dugaan pelanggaran Amendemen Pertama yang menurut Trump dapat mencapai triliunan dollar AS.

Trump juga meminta hakim federal membatalkan perlindungan kontroversial terhadap perusahaan internet yang disahkan pada 1996, dengan menyatakan Pasal 230 dari Undang-Undang Kepatutan Komunikasi tidak konstitusional.

Baca juga: Studi: Donald Trump Masuk Jajaran Presiden Terburuk dalam Sejarah AS

“Kami meminta Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan Florida untuk memerintahkan penghentian segera dalam menghentikan penyensoran ilegal dan memalukan, oleh perusahaan media sosial terhadap orang-orang Amerika. Itulah tepatnya yang mereka lakukan,” kata Trump dikutip dari New York Post.

“Kami menuntut diakhirinya pelarangan, penghentian pembungkaman, penghentian daftar hitam, penghapusan, dan pembatalan yang Anda ketahui dengan baik.”

Trump mengatakan, saat raksasa media sosial secara resmi adalah entitas swasta, dalam beberapa tahun terakhir mereka tidak lagi bersifat pribadi dengan pemberlakuan dan penggunaan historis Pasal 230, yang sangat melindungi mereka dari tanggung jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Perusahaan-perusahaan ini telah dikooptasi, dipaksa, dan dipersenjatai oleh aktor pemerintah untuk menjadi penegak penyensoran ilegal dan inkonstitusional,” lanjut suami Melania tersebut.

Baca juga: Akunnya Diblokir 2 Tahun, Trump Mengecam Keras Facebook

Gugatan Trump juga secara pribadi menargetkan CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Twitter Jack Dorsey, dan Sundar Pichai CEO Alphabet serta Google, yang memiliki YouTube.

"Tiga pria itu sangat baik," sindir Trump.

Trump mengungkap gugatannya itu dalam konferensi pers selama 50 menit yang disiarkan langsung dari klubnya di Bedminster, New Jersey, melalui situs web berbagi video Rumble.

Trump bergabung dengan Rumble bulan lalu, beberapa jam sebelum menggunakannya untuk menggelar rapat umum dari Wellington, Ohio.

Baca juga: Baru Sebulan Diluncurkan, Laman Web Donald Trump Sudah Tutup

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.