Fox News Dikritik Mantan Petingginya, Disebut Selalu Bela Trump

Kompas.com - 07/07/2021, 15:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada pemandu Bret Baier dalam wawancara bersama Fox News di Lincoln Memorial, 3 Mei 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Oliver Contreras/POOLPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan kepada pemandu Bret Baier dalam wawancara bersama Fox News di Lincoln Memorial, 3 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang mantan eksekutif puncak di Fox Broadcasting, mengkritik Fox News karena dianggap punya "kesetiaan buta" kepada mantan Presiden AS Donald Trump.

Fox News juga melakukan upaya "berbahaya" untuk mendukung klaimnya yang tidak berdasar mengenai penipuan dalam pemilu AS 2020.

"Dalam beberapa tahun terakhir, semuanya menjadi sangat buruk di Fox News," tulis Preston Padden, mantan eksekutif Fox Broadcasting di Daily Beast, dilansir The Hill.

Baca juga: Sinopsis Film Bombshell, Menguak Skandal Pimpinan Fox News

Padden, yang meninggalkan perusahaan lebih dari 20 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1997, mengaku jengah dengan perusahaan lamanya.

"Fox News bukan lagi jaringan berita kanan-tengah yang jujur," ujar Padden.

Pria yang yang sempat menjabat sebagai presiden distribusi jaringan ini, mengatakan bahwa Fox News telah berkontribusi pada "perpecahan masyarakat".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Fox News memicu permusuhan rasial dan memicu kesan yang sama sekali salah bahwa Black Lives Matter dan Antifa terlibat dalam kerusuhan di Capitol," tambahnya.

Dia juga menyalahkan Fox News karena menyebabkan "kematian yang tidak perlu" selama pandemi virus corona.

Ini karena segmen penyiaran dalam channel ini disebut kritis terhadap tindakan penguncian dan pemakaian masker di AS.

Baca juga: Bantah Ejek Veteran Perang AS, Trump juga Tuntut Reporter Fox News Dipecat

Padden, yang sekarang menjadi pelobi di Disney, menulis bahwa jaringan tersebut juga mendukung apa yang disebutnya "kebohongan besar" Trump tentang pemilu AS 2020.

Halaman:

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Global
PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

Global
Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Global
Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Global
Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Isian di Dagangannya Sedikit, Penjual Kue Tradisional Jepang Ini Minta Maaf

Global
Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Dilarang Masuk Restoran karena Belum Vaksin, Presiden Brasil Kepergok Makan Berdiri di Pinggir Jalan AS

Global
Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Dikira Dicakar Kucing, Pria Ini Ternyata Ditembak saat Tidur

Global
Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Taliban Berjanji Perempuan Bakal Kembali ke Sekolah Secepatnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.