Inggris Bersiap Sambut Normal Baru dengan Cabut Sebagian Besar Pembatasan Covid-19

Kompas.com - 07/07/2021, 07:45 WIB
Sekelompok orang berkumpul di luar Fan Zone Euro 2020 di Trafalgar Square, London, Inggris, pada Minggu (13/6/2021). KOMPAS/Adjie Masdyka SudaryantoSekelompok orang berkumpul di luar Fan Zone Euro 2020 di Trafalgar Square, London, Inggris, pada Minggu (13/6/2021).

LONDON, KOMPAS.com - Inggris akan segera menjalani normal baru setelah pemerintah mencabut secara resmi sebagian besar pembatasan Covid-19 pada 19 Juli.

Penerapan normal baru Inggris akan membuat penggunaan masker wajah bersifat sukarela, mengakhiri jarak sosial 1 meter lebih, dan menerapkan penggunaan QR code untuk masuk restoran.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan orang harus "belajar untuk hidup" bersama Covid-19.

Baca juga: Positif Covid-19, Kondisi PM Luksemburg Serius tapi Stabil

Infeksi Covid-19 diperkirakan dapat meningkat ketika aturan pembatasan itu dicabut, tetapi para pejabat negara meyakini bahwa angka kematian akan terkendali dengan penggunaan vaksin.

Kasus Covid-19 di Inggris dilaporkan 27.334 pada Senin (5/7/2021), dengan 9 kematian dalam 28 hari setelah dites Covid-19.

Melansir BBC pada Selasa (6/7/2021), tahap keempat atau terakhir dari roadmap pemerintah untuk mengakhiri lockdown dan menyambut normal baru di Inggris, pada Juni ditunda hingga 19 Juli, perkiraannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembatasan Covid-19 saat ini untuk normal baru yang masih berlaku di antaranya, "aturan enam orang" untuk pertemuan, layanan meja di pub dan restoran, batasan kapasitas di teater dan bioskop, penutupan klub malam, dan panduan bekerja di rumah.

Larangan pengunjung pub memesan minuman langsung di bar, akan dicabut.

Baca juga: Kate Middleton Isolasi Mandiri Usai Kontak dengan Pasien Positif Covid-19


Sementara, banyak aturan dan panduan lainnya yang diperkirakan akan dihapus. Namun sejauh ini, PM Inggris belum membahas terkait aturan isolasi diri, pembatasan perjalanan atau aturan di sekolah.

Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara memiliki aturan pembatasan Covid-19 mereka sendiri, lepas dari Inggris.

Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taliban Tunjuk Duta Besar Afghanistan untuk PBB, Ingin Berbicara dalam Sidang Umum

Taliban Tunjuk Duta Besar Afghanistan untuk PBB, Ingin Berbicara dalam Sidang Umum

Global
10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

10 Tempat Impian dalam Cerita Sejarah Kuno dari Atlantis hingga Shangri-La

Internasional
Diserang ISIS, Taliban Copot 2 Gubernur di Afghanistan

Diserang ISIS, Taliban Copot 2 Gubernur di Afghanistan

Global
POPULER GLOBAL: Ibu Beli Sperma Online, Berhasil Hamil dan Melahirkan | Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

POPULER GLOBAL: Ibu Beli Sperma Online, Berhasil Hamil dan Melahirkan | Transgender Pengusaha Top Malaysia Ditangkap di Thailand

Global
Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Kematian di AS karena Covid-19 telah Melampaui Pandemi Flu Spanyol 1918

Global
PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

PM Australia Hubungi Presiden Jokowi, Berusaha Tenangkan Indonesia soal Kapal Selam Nuklir

Global
Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Akademisi Terkemuka China: Australia Akan Jadi Target Perang Nuklir

Global
Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Trump Klaim Mendengar Kabar Ada Kantong Mayat di Lab Wuhan sebelum China Umumkan Kasus Covid-19

Global
Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Taliban Umumkan Pejabat Pemerintahannya, Lagi-lagi Tak Ada Perempuan

Global
Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Global
Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Duduki Punggung Orang Saat Menunggu Kereta, Gadis Ini Dihujani Kritik Netizen

Global
Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Seorang Pria Mengaku Unggah Foto Istrinya Berhubungan Seks dengan Atasannya di Facebook

Global
PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

PBB Peringatkan Korea Utara Memulai Kembali Program Nuklir dengan Kecepatan Penuh

Global
Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan 'Bayi Online'

Beli Sperma dari Aplikasi, Ibu Ini Lahirkan "Bayi Online"

Global
Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Pegawai Afghanistan Berbulan-bulan Tak Gajian, Ini Janji Taliban

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.