Min Aung Hlaing Berulang Tahun, Warga Myanmar Rayakan dengan Acara Pemakaman

Kompas.com - 03/07/2021, 19:38 WIB
Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyampaikan pidatonya pada konferensi IX Moskwa tentang keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu, 23 Juni 2021. AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKOPanglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyampaikan pidatonya pada konferensi IX Moskwa tentang keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu, 23 Juni 2021.

NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Para pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar merayakan hari ulang tahun junta militer Min Aung Hlaing pada Sabtu (3/7/2021), dengan membakar gambarnya dan menggelar simulasi acara pemakaman.

Myanmar telah mengalami protes massa dan kebrutalan militer sejak kudeta 1 Februari, di mana pemimpin sipil Aung San Suu Kyi digulingkan oleh junta.

Menurut kelompok pemantau lokal, sejauh ini sekitar 890 warga sipil tewas dalam tindakan keras dan sekitar 6.500 orang ditangkap oleh Dewan Administrasi Negara, begitu junta menyebut dirinya.

Baca juga: Lepaskan 2.000 Tahanan, Tindakan Militer Myanmar Dituding Cuma Rekayasa

Pada Sabtu (3/7/2021), para pengunjuk rasa anti-kudeta mengunggah di media sosial sebuah gambar masakan sup mie tradisional "mohinga", yang seringkali dihidangkan dalam acara pemakaman di Myanmar.

"Saya membuat (mohinga) pada hari ulang tahunnya karena saya ingin dia segera mati," ujar salah satu warga di Yangon tentang Min Aung Hlaing, seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (3/7/2021).

"Banyak orang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka karena pria ini. Jadi, jika dia mati, seluruh negeri akan bahagia," ungkapnya kepada AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Gelar Doa Bersama, 3 Pastor Ditangkap Junta Militer Myanmar

Di Mandalay, kota terbesar kedua Myanmar, beberapa aktivis membakar gambar Min Aung Hlaing dan membakar peti mati palsu dalam simulasi pemakaman.

"Karena pria ini, negara kami Myanmar memiliki banyak masalah," ujar sesorang warga Mandalay kepada AFP.

"Dia seharusnya tidak dilahirkan. Sehingga, kami mengadakan pemakamannya karena kami ingin mengatakan dia harus mati," jelasnya.

Min Aung Hlaing genap berusia 65 tahun pada Sabtu (3/7/2021), yang seharusnya dia telah pensiun dari militer Myanmar, jika mengacu pada konstitusi negara 2008.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Junta Myanmar Pesan Vaksin dari Rusia dan China

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.