Pengakuan Polisi Israel: Informan Shin Bet Dalang Kekerasan terhadap Warga Palestina

Kompas.com - 02/07/2021, 17:08 WIB
Warga Palestina berlarian ketika mendengar suara ledakan dari senjata yang ditembakkan polisi Israel di Kubah Batu dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, pada Jumat (21/5/2021). Bentrokan ini terjadi tak lama setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata usai bertempur selama 11 hari. AP PHOTO/MAHMOUD ILLEANWarga Palestina berlarian ketika mendengar suara ledakan dari senjata yang ditembakkan polisi Israel di Kubah Batu dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, pada Jumat (21/5/2021). Bentrokan ini terjadi tak lama setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata usai bertempur selama 11 hari.

TEL AVIV, KOMPAS.com – Para informan Badan Keamanan Israel alias Shin Bet dituding menjadi dalang kekerasan terhadap komunitas Palestina di Israel.

Tudingan tersebut disampaikan oleh seorang perwira Kepolisian Israel sebagaimana dikutip oleh Channel 13.

Perwira yang tidak disebutkan namanya tersebut menambahkan, hal itu menghambat Kepolisian Israel dalam menangani kejahatan.

Baca juga: Balas Balon Pembakar, Israel Gempur Jalur Gaza

"Para penjahat yang saat ini memimpin kejahatan serius di masyarakat Arab sebagian besar adalah informan Shin Bet,” kata perwira itu.

“Dan dalam situasi ini, polisi terikat karena para informan itu memiliki kekebalan dan tidak dapat disentuh," sambungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Shin Bet berada di bawah kendali langsung Perdana Menteri Israel dan disebut sebagai organisasi paling misterius di Israel.

Shin Bet merupakan badan keamanan yang mengkhususkan diri dalam urusan dalam negeri di Israel dan tanah yang diduduki.

Baca juga: Balas Serangan Balon Pembakar, Israel Serang Situs Milisi Gaza dari Udara

Menurut Politico, Shin Bet bertindak sebagai agen dinas rahasia, badan intelijen internal, badan keamanan, dan badan penegak hukum Israel.

Perwira polisi itu menambahkan, masalah tersebut sudah diangkat dalam pertemuan yang melibatkan Komisaris Polisi Kobi Shabtai dan Menteri Keamanan Publik Omer Barlev.

Shin Bet membantah tudingan yang dilontarkan perwira polisi tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kekeliruan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang COP26, Deklarasi Darurat Iklim Harus Digencarkan

Jelang COP26, Deklarasi Darurat Iklim Harus Digencarkan

Global
Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Tak Bisa Dihindari, Kecuali...

Hamas Peringatkan Israel Perang Susulan Tak Bisa Dihindari, Kecuali...

Global
'Di-cas' saat Kelas Online, Ponsel Meledak dan Bunuh Seorang Bocah

"Di-cas" saat Kelas Online, Ponsel Meledak dan Bunuh Seorang Bocah

Global
Misterius, Mobil Van Terdampar di Atap Halte Bus

Misterius, Mobil Van Terdampar di Atap Halte Bus

Global
Geng Haiti Minta Tebusan Rp 14,1 Miliar Per Orang untuk 17 Misionaris yang Diculik

Geng Haiti Minta Tebusan Rp 14,1 Miliar Per Orang untuk 17 Misionaris yang Diculik

Global
Seorang Wanita Diperkosa di Kereta di AS, Penumpang Malah Merekam

Seorang Wanita Diperkosa di Kereta di AS, Penumpang Malah Merekam

Global
Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

Korea Utara Konfirmasi Telah Berhasil Uji Coba Rudal Balistik di Laut Jepang

Global
POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

POPULER GLOBAL: China Kaget Indonesia Juara Piala Thomas | Penemuan Pedang Perang Salib Berusia 900 Tahun

Global
Kemenlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Kemenlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Global
Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Global
Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global
Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.