Kompas.com - 01/07/2021, 21:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan di Jawa-Bali mendapat perhatian khusus dari sejumlah media asing ternama.

Setidaknya ada empat media internasional yang memberitakan keputusan Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (1/7/2021) tersebut.

Berikut adalah rangkuman dari sorotan yang mereka angkat.

Baca juga: Ini Beda Aturan antara PPKM Darurat dan PPKM Mikro di Berbagai Sektor

1. Reuters

Media asal Perancis ini menulisnya dalam judul berita Indonesia to impose emergency measures as COVID-19 cases spike.

Situasi yang disoroti Reuters adalah lonjakan kasus Covid-19 Indonesia dikhawatirkan bisa seburuk gelombang kedua di India.

Reuters dalam sub-judulnya juga menulis "Situasi Mengerikan", mengingat varian Delta yang cepat menyebar dan fasilitas kesehatan sudah kewalahan.

"Tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit Jakarta mencapai 93 persen minggu ini. Rumah sakit di seluruh Jawa juga hampir penuh," tulis Reuters.

Tak lupa, sejumlah aturan di PPKM Darurat seperti durasi dan larangan pembukaan restoran, mal, serta penutupan kantor non-esensial, turut dicantumkan.

Baca juga: Daftar Wilayah dan Aturan PPKM Darurat Jawa Bali pada 3-20 Juli 2021

2. Bloomberg

Warga mengantre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Medical Oxygen di Jalan Minangkabau Timur, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021). Pedagang mengaku permintaan isi ulang tabung gas oksigen mengalami peningkatan setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga mengantre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Medical Oxygen di Jalan Minangkabau Timur, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021). Pedagang mengaku permintaan isi ulang tabung gas oksigen mengalami peningkatan setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.
Media online Amerika Serikat (AS) ini memasang judul Jokowi Orders Strictest Curbs in Java, Bali on Deadliest Day di artikelnya.

Deadliest Day atau hari paling mematikan yang dimaksud Bloomberg adalah Kamis (1/7/2021), karena ada 504 kematian pasien Covid-19 dan rekor 24.836 kasus baru.

Bloomberg mewartakan, penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi tidak terkendali setelah periode libur Idul Fitri, yang diperparah dengan cepatnya penyebaran varian Delta dan vaksinasi yang lambat.

Namun media yang berbasis di New York ini juga mempertanyakan, akan seberapa ketat pembatasan ini nantinya dan seberapa luas harus diterapkan.

Pro-kontra keputusan Jokowi untuk memilih PPKM Mikro dibandingkan lockdown nasional juga disoroti oleh Bloomberg.

Baca juga: INFOGRAFIK: 14 Poin Aturan PPKM Darurat Jawa-Bali


3. Channel News Asia

Di Singapura, CNA memberitakannya dengan judul Indonesia 'emergency' COVID-19 curbs to take effect on Jul 3.

CNA menyebutkan beberapa aturan PPKM Darurat serta target mengurang penambahan kasus baru menjadi di bawah 10.000 per hari.

Diberitakan juga tingkat keterisian rumah sakit yang sudah mencapai 72 persen secara nasional, mengutip perkataan Presiden Jokowi.

4. Al Jazeera

Tenaga medis memindahkan pasien ke dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). Tenda darurat tersebut dibangun lantaran kapasitas tampung pasien di rumah sakit penuh dan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Tenaga medis memindahkan pasien ke dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). Tenda darurat tersebut dibangun lantaran kapasitas tampung pasien di rumah sakit penuh dan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19.
Media besar di Timur Tengah ini menyebut Indonesia sedang berada dalam gelombang kedua wabah virus corona.

"Indonesia adalah negara yang paling terpukul di Asia Tenggara dengan kasus baru mencapai 21.000 setiap hari," tulis Al Jazeera di artikel berjudul Emergency curbs in Indonesia’s Java and Bali amid COVID surge.

"Lonjakan tersebut membuat rumah sakit kewalahan dan mengakibatkan kekurangan oksigen di ibu kota, Jakarta," lanjutnya.

Al Jazeera mewawancarai seorang ahli virologi yang juga penasihat Kemenkes RI.

Tanpa menyebut nama karena bukan wewenangnya berbicara ke media, pakar itu mengatakan virus corona menyebar sangat cepat di Indonesia karena warga lebih senang dirawat di rumah.

“Ketika kita melihat rumah sakit penuh dengan pasien, itu hanya puncak gunung es karena hanya 10 hingga 15 persen orang sakit di Indonesia yang pergi ke rumah sakit."

"Sisanya akan tinggal di rumah dan melakukan pengobatan sendiri karena mereka lebih suka tinggal bersama keluarga mereka,” katanya.

Baca juga: Jadi Syarat Berpergian Selama PPKM Darurat, Ini Cara Download Kartu Vaksin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.