Kompas.com - 28/06/2021, 19:10 WIB
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLISPendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka.

COLUMBIA, KOMPAS.com - Duo ayah dan anak yang memimpin sebuah gereja di Florida, AS, ditangkap pihak berwenang sehubungan kerusuhan 6 Januari lalu di Gedung Capitol.

Dilansir The Hill, penangkapan ini terjadi setelah seorang anggota jemaat mereka, yang juga menghadapi tuduhan, membantu mempermudah penangkapan keduanya.

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia mengumumkan baru-baru ini bahwa sosok yang ditangkap, James "Jim" Varnell Cusick Jr dan putranya, Casey Cusick, sudah mendapat dakwaan.

Baca juga: Departemen Kehakiman AS Mendakwa Perusuh Capitol untuk Pertama Kalinya

Keduanya didakwa dengan tuduhan sengaja memasuki dan tetap berada di "area terlarang", dan melakukan tindakan yang mengganggu keamanan.

Mereka juga disebut memasuki halaman Capitol dengan kekerasan dan tidak tertib.

Menurut dokumen pengadilan, FBI sudab menerima informasi anonim awal tahun ini bahwa Cusick, yang juga memimpin gereja Global Outreach Ministries di Melbourne, bersama anggota gereja David Lesperance, melakukan perjalanan ke Washington DC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka diduga memasuki Capitol pada 6 Januari dan mengambil video saat berada di dalam.

Baca juga: Vendor Kantor DPR AS di Capitol Hill Terkena Serangan Cyber Berbahaya

Pihak berwenang mengatakan bahwa Lesperance, dalam sebuah wawancara sukarela, sudah "mengakui" bahwa pendetanya juga hadir pada pidato Trump dan kemudian di US Capitol.

Meskipun pria ini pada awalnya menolak menyebut nama pendetanya, yakni Cusick.

Pihak berwenang mengatakan dalam pengajuan pengadilan, bahwa mereka akhirnya dapat memperoleh data ponsel yang terkait dengan pimpinan gereja.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber The Hill
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.