“Proyek Gila” Kanal Istanbul Usulan Erdogan Jalan Terus di Tengah Kontroversi

Kompas.com - 28/06/2021, 10:35 WIB
Ekrem Imamoglu, walikota Istanbul, menunjuk ke peta saat ia berbicara selama konferensi media mengenai proyek Kanal Istanbul, dekat lokasi konstruksi untuk jembatan pertama proyek di tepi bendungan Sazlidere, di Istanbul, Kamis, 24 Juni , 2021. AP PHOTO/EMRAH GURELEkrem Imamoglu, walikota Istanbul, menunjuk ke peta saat ia berbicara selama konferensi media mengenai proyek Kanal Istanbul, dekat lokasi konstruksi untuk jembatan pertama proyek di tepi bendungan Sazlidere, di Istanbul, Kamis, 24 Juni , 2021.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengambil langkah pertama dalam pembangunan kanal di tepi barat Istanbul, di tengah kekhawatiran atas dampak lingkungan dan ekonomi dari proyek tersebut.

"Hari ini kami membuka halaman baru dalam sejarah perkembangan Turki," kata Erdogan pada Sabtu (27/6/2021), pada upacara peletakan batu pertama Sazlidere Bridge di atas rute yang direncanakan.

Baca juga: Pantai Turki Dipenuhi Ingus Laut, Erdogan Beri Peringatan

“Kami melihat Kanal Istanbul sebagai proyek untuk menyelamatkan masa depan Istanbul … untuk memastikan keselamatan jiwa dan harta benda Bosphorus Istanbul dan warga di sekitarnya,” katanya melansir Al Jazeera pada Minggu (28/6/2021).

Pemerintah Turki mengklaim proyek tersebut akan memudahkan lalu lintas kapal dan mengurangi risiko kecelakaan di Selat Bosphorus. Lintasan itu merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, yang menghubungkan Laut Marmara dan Laut Hitam.

Erdogan menyebut pembangunan itu sebagai "Proyek Gila", ketika dia pertama kali mengusulkan pengembangan kanal pada 2011.

Proyek sepanjang 45 km (28 mil) akan menghubungkan Laut Marmara dan Laut Hitam di sebelah barat Selat Bosphorus. Ini akan mencakup pembangunan pelabuhan laut baru, jembatan, tempat bisnis, distrik perumahan, dan danau buatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kanal itu, yang diperkirakan menelan biaya 15 miliar dollar AS (Rp 217 triliun), diharapkan akan selesai dalam waktu enam tahun.

"Dengar, ini bukan upacara pembukaan air mancur. Hari ini kita sedang meletakkan fondasi salah satu kanal teladan di dunia.” kata Erdogan di acara tersebut.

Baca juga: Jadi Musuh Erdogan, Turki Menangkap Paksa Keponakan Fethullah Gulen

Mustafa Ilicali, seorang profesor transportasi dan mantan anggota parlemen Turki, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lalu lintas laut telah meningkat 72 persen di Bosphorus sejak 2005.

“Tanker menimbulkan kecelakaan di selat sempit. Kapal yang tertunda mencemari laut dan menimbulkan emisi, ”katanya.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.