Terungkap, Gedung Putih Sempat "Kacau" Saat Trump Terjangkit Covid-19

Kompas.com - 27/06/2021, 11:12 WIB
Foto tanggal 31 Desember 2020 menampilkan Donald Trump yang masih menjabat presiden Amerika Serikat saat tiba di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC. AP PHOTO/EVAN VUCCIFoto tanggal 31 Desember 2020 menampilkan Donald Trump yang masih menjabat presiden Amerika Serikat saat tiba di South Lawn, Gedung Putih, Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Fakta terbaru menunjukkan bahwa pejabat di Gedung Putih sempat panik saat Presiden Donald Trump tertular virus corona pada Oktober 2020 lalu.

Gedung Putih bahkan dilaporkan menelepon Komisaris FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) saat itu, Stephen Hahn.

Mereka memintanya untuk menandatangani otorisasi penggunaan antibodi monoklonal, untuk "orang yang tidak disebutkan namanya".

Dugaan insiden tersebut dirinci dalam buku yang akan segera terbit, "Nightmare Scenario: Inside the Trump Administration's Response to the Pandemic That Changed History," yang ditulis wartawan Washington Post.

Baca juga: Donald Trump Bukan Presiden AS Pertama yang Terserang Penyakit Pandemi

Buku ini, menggambarkan kekacauan yang dialami Gedung Putih pasca-diagnosis positif Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, mereka mencoba mengambil jalan pintas supaya Trump bisa mendapat akses ke "pengobatan eksperimental".

Buku yang ditulis Yasmeen Abutaleb dan Damian Paletta ini memang merinci tanggapan di balik layar pemerintahan Trump terhadap pandemi virus corona.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Remdesivir, Obat Covid-19 yang Diberikan kepada Donald Trump

Kembali pada permintaan Gedung Putih di awal, FDA tentu tak langsung setuju. Hahn mengatakan bahwa FDA perlu meninjau catatan pasien dan surat dokter, sebelum memberikan izin.

Tapi Gedung Putih terus mendesaknya untuk segera lakukan tanda tangan--tanpa menyebut nama Trump.

"Ketika Hahn akhirnya mengetahui upaya itu atas nama presiden, dia tercengang. "Demi Tuhan, pikirnya. Presiden yang sakit, dan Gedung Putih ingin kami melanggar aturan?"" tulis keduanya.

"Trump berada dalam kategori risiko tertinggi untuk Covid-19. Usianya 74 tahun, jarang berolahraga, dan dianggap obesitas secara medis. Dia adalah tipe pasien yang ingin Anda ambil setiap ada tindakan pencegahan."

Baca juga: Melihat Fasilitas Tempat Donald Trump Dirawat karena Covid-19 di RS Militer

Setelah menganalisis catatan, FDA pun akhirnya menandatangani pengobatan dalam waktu 24 jam. Trump pun akhirnya dirawat.

Setelah tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan, para pejabat Gedung Putih berharap Trump akan mulai "menganggap virus secara serius".

Mereka juga berharap Trump bisa mendorong warga AS untuk menerapkan jaga jarak dan protokol kesehatan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Ferdinand Marcos, Diktator Filipina dengan Gelimang Kontroversinya

Internasional
28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

28 September 1989: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Meninggal

Internasional
TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

TKI 3 Tahun Kerja Paksa Tak Dibayar di Malaysia, Dianiaya dan Ditendang Wajahnya

Global
Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Tragedi Tewasnya Tim Sepak Bola Chapecoense, Pengatur Lalu Lintas Ini Ditangkap

Internasional
Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Makin Canggih, China Pamerkan Armada Militer Udara Baru, Ada Jet Pengintai dan Drone

Global
Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Ingin Menyontek Saat Ujian, 10 Guru India Sembunyikan Bluetooth di Sandal Jepit

Global
Viral, Video 'Skill Dewa' Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Viral, Video "Skill Dewa" Pedagang Warung Hitung Cepat Harga Pesanan, Netizen Terpukau

Global
Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Mantan Pemimpin ISIS-K Dieksekusi oleh Taliban

Global
Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Korea Utara di Sidang Umum PBB: Kami Berhak Menguji Senjata, Tak Ada yang Bisa Melarang

Global
Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Survei PDRM: 9 dari 10 Gadis Remaja di Malaysia Kecanduan Seks

Global
Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Demo Besar di Tunisia, 2.000 Orang Protes Kudeta Presiden Kais Saied

Global
Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki 'Vive la Revolution'

Presiden Perancis Dilempar Telur Sambil Diteriaki "Vive la Revolution"

Internasional
Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Dubes Afghanistan Batal Pidato di Sidang Umum PBB, Ada Apa?

Global
Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Korea Utara Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut

Internasional
POPULER GLOBAL: Wanita Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks | 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke AS

POPULER GLOBAL: Wanita Jatuh dari Balkon Saat Berhubungan Seks | 5 Negara Pemberi Utang Terbesar ke AS

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.