Kompas.com - 26/06/2021, 12:02 WIB
Foto yang dirilis Kantor Kepresidenan Kolombia menunjukkan Presiden Kolombia Ivan Duque tengah berbicara, diapit Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios (kiri), dan Menteri Pertahanan Diego Molano di Cucuta, pada 25 Juni 2021. Duque menyatakan helikopter yang mengangkutnya dan sejumlah pejabat negara ditembaki orang tak dikenal saat melintasi perbatasan dengan Venezuela. AP PHOTO/ COLOMBIA'S PRESIDENCY/Cesar CarrionFoto yang dirilis Kantor Kepresidenan Kolombia menunjukkan Presiden Kolombia Ivan Duque tengah berbicara, diapit Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios (kiri), dan Menteri Pertahanan Diego Molano di Cucuta, pada 25 Juni 2021. Duque menyatakan helikopter yang mengangkutnya dan sejumlah pejabat negara ditembaki orang tak dikenal saat melintasi perbatasan dengan Venezuela.

BOGOTA, KOMPAS.com - Helikopter yang menampung Presiden Kolombia Ivan Duque dan sejumlah pejabatnya dilaporkan ditembaki orang tak dikenal.

Duque mengatakan, saat itu dia tengah terbang ke Cucuta di Norte de Santander, dekat perbatasan Venezuela, saat diserang.

Presiden Kolombia sejak 2018 itu naik helikopter bersama menteri dalam negeri, menteri pertahanan, dan Gubernur Norte de Santander.

Baca juga: Pesta Ulang Tahun di AS Ditembaki, 6 Tewas, Pelaku Bunuh Diri

Juru bicara pemerintah seperti dikutip BBC Sabtu (26/6/2021) mengatakan, baik Duque dan para pejabatnya untungnya tak terluka.

Duque mengecam penembakan itu sebagai aksi pengecut, dan menegaskan dirinya tidak takut dengan aksi terorisme.

"Negara kita kuat. Kolombia kuat untuk menghadapi ancaman seperti ini," tegasnya dalam video yang diunggah di Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Duque menyatakan, saat ini militer tengah digerakkan untuk mencari siapa pelaku penembakan tersebut.

Harian lokal Semana melaporkan, saksi mata sempat mendengar suara yang menghantam mesin saat helikopter hendak mendarat.

Jika ada yang dituduh, kemungkinan kelompok Tentara Pembebasan Nasional (ELN) yang beroperasi di Catatumbo.

Awalnya dibentuk pada 1964 untuk melawan ketimpangan baik dalam distribusi tanah maupun pendapatan penduduk.

Kini, ELN merupakan kelompok pemberontak terbesar, dan dinyatakan sebagai teroris oleh Kolombia maupun AS.

Awal Juni ini, ELN membantah bertanggung jawab dalam serangan bom di pangkalan militer berlokasi di Cucuta.

Sebanyak 36 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk dua di antaranya penasihat militer asal AS.

Baca juga: Menlu Ukraina: Tentara Kami Tewas Ditembaki Sniper Rusia


Sumber BBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.