Covid-19 Kemungkinan Sudah Menyebar di China Sejak Oktober 2019

Kompas.com - 25/06/2021, 21:29 WIB
Petugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu. AFP/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.

SHANGHAI, KOMPAS.com – Virus penyebab Covid-19 kemungkinan sudah menyebar di China dua bulan sebelum kasus pertama diidentifikasi di pusat kota Wuhan.

Perkiraan tersebut dipaparkan melalui paper ilmiah para peneliti dari Universitas Kent Inggris yang diterbitkan jurnal PLOS Pathogens awal pekan ini.

Menggunakan metode konservasi, para peneliti memperkirakan bahwa SARS-CoV-2 pertama kali muncul di China sejak awal Oktober hingga pertengahan November 2019.

Baca juga: Ilmuwan: China Tutupi Pasien Nol dengan Hapus Data Covid-19

Mereka memperkirakan, tanggal kemunculan virus tersebut yang paling mungkin adalah 17 November 2019, dan mungkin sudah menyebar secara global pada Januari 2020.

China secara resmi mengumumkan kasus Covid-19 pertama pada Desember 2019 dan dikaitkan dengan pasar seafood Huanan di Wuhan sebagaimana dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setela diteliti, sejumlah kasus awal tidak memiliki hubungan dengan Huanan. Ini menyiratkan bahwa SARS-CoV-2 sudah beredar sebelum mencapai pasar seafood itu.

Baca juga: Jepang Sumbang Jutaan Vaksin Covid-19 ke Asia, Indonesia Kecipratan

Sebuah studi bersama yang diterbitkan oleh China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Maret mengakui, kemungkinan ada infeksi virus pada manusia sebelum wabah Wuhan.

Sementara itu, Jesse Bloom dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle, Amerika Serikat (AS), menemukan adanya data pengurutan yang dihapus pada kasus awal Covid-19 di China.

Temuan tersebut dipaparkan dalam sebuah paper yang dirilis pekan ini sebagai versi pracetak.

Baca juga: 10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Disebutkan bahwa Covid-19 awal yang diselidiki oleh WHO tidak sepenuhnya mewakili jenis virus yang beredar di bulan-bulan pertama.

Kritikus mengatakan, penghapusan data adalah bukti lebih lanjut bahwa China berusaha menutupi asal-usul Covid-19.

Seorang peneliti di Harvard's Broad Institute Alina Chan menulis di Twitter bahwa dia tidak habis pikir mengapa data penting tersebut dihapus.

"Itu adalah pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri,” imbuh Chan.

Baca juga: Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.