Kompas.com - 25/06/2021, 07:18 WIB
Piramida di Mesir http://egypt.travelPiramida di Mesir

KAIRO, KOMPAS.com - Polisi Mesir menangkap seorang mantan anggota parlemen bersama kroninya atas tuduhan penggalian ilegal dan penyelundupan 201 artefak Firaun, Yunani, dan Romawi, pada Kamis (24/6/2021).

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa mantan anggota parlemen flamboyan yang terlibat dalam kasus penggalian ilegal dan penyelundupan artefak tersebut adalah anggota dari partai Hosni Mubarak, yang sekarang sudah bubar.

Mantan anggota parlemen tersebut sebelumnya telah muncul di media lokal dengan mengklaim tengah mencoba-coba ilmu hitam dan eksorsisme, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Thailand Pamerkan Artefak Berusia 1.000 Tahun yang Dikembalikan dari AS

Badan-badan keamanan telah "menangkap seorang geng kriminal yang dipimpin oleh seseorang, yang sebelumnya didakwa dalam 4 kasus untuk penggalian ilegal di seluruh negeri...dengan tujuan menyelundupkan dan menjual barang antik".

Sebuah video berdurasi 5 menit yang menyertai pernyataan Kementerian Dalam Negeri menunjukkan relik jarahan dari geng krimal tersebut, yaitu 2 papan kayu yang diukir dengan hieroglif dan 36 patung dengan ukuran panjan bervariasi.

Baca juga: Kastil Arundel di Inggris Dibobol Maling, Artefak Lebih dari Rp 20 Miliar Raib

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada juga 52 koin tembaga yang diyakini berasal dari Yunani dan Romawi, serta ditemukan 3 lempeng basal hitam.

Hukum di Mesir mengatur bahwa aksi penyelundupan barang antik dapat terancam hukuman penjara seumur hidup dan denda yang sangat besar.

Pada Rabu (23/6/2021), jaksa penuntut umum Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kairo menemukan hampir 115 artefak curian dari Paris, setelah operasi 2 tahun bekerja sama dengan otoritas kehakiman Perancis.

Baca juga: Selama 18 Tahun, Turki Berhasil Bawa Pulang 4.440 Artefak

Pernyataan itu tidak merinci isi lengkap dari harta karun tersebut, tetapi bersama dengan pernyataan itu terdapat sebuah video berdurasi 15 menit yang memberikan penjelasan dari kepala Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir Mostafa Waziri.

Dalam video itu Waziri mengatakan bahwa beberapa artefak curian yang ditemukan dalam operasi tersebut berasal dari "peradaban Mesir kuno di berbagai periode".

Itu termasuk patung Firaun, patung Amenhotep III berwarna emas dan peti mati emas kecil berwarna-warni dari dewa langit kuno Horus, serta tembikar.

Baca juga: China Temukan 1.000 Artefak di Makam Kuno, Ungkap Informasi Jalur Sutra

Kairo telah mengumumkan beberapa penemuan arkeologi besar baru dalam beberapa tahun terakhir, berharap untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata vital yang terpukul oleh pemberontakan 2011, serangan pemberontak, serta pandemi Covid-19.

Otoritas Mesir secara teratur mengungkap penemuan, yang terkadang tanpa menunggu pendapat dan analisis ilmiah dari para arkeolog dan pakar.

Baca juga: Selalu Alami Nasib Sial, Turis Kembalikan Artefak Curian


Sumber AFP
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Global
Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Global
Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Global
9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

Global
POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

Global
Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Global
Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
komentar
Close Ads X