Kompas.com - 24/06/2021, 18:47 WIB
Dalam file foto 21 Juni 2021 ini, remaja yang telah diidentifikasi publik hanya dengan nama depannya, Mila, meninggalkan ruang sidang atas kasus persidangan cyberbullying di Paris, Perancis AP PHOTO/ THIBAULT CAMUSDalam file foto 21 Juni 2021 ini, remaja yang telah diidentifikasi publik hanya dengan nama depannya, Mila, meninggalkan ruang sidang atas kasus persidangan cyberbullying di Paris, Perancis

PARIS, KOMPAS.com - Sebanyak 13 anak muda dari berbagai lokasi di Perancis menghadapi dakwaan atas kasus perundungan online terhadap seorang remaja, yang mengunggah kritik terhadap Islam secara online.

Belasan remaja yang melakukan perundungan online itu, disebut telah mengirimkan ribuan pesan kekerasan. Mereka kini terancam hukuman penjara dan denda.

Baca juga: Mengeluh Mainan Seks Miliknya Rusak, PNS Ukraina Ini Di-bully

Pengadilan dua hari yang berakhir Selasa (22/6/2021), adalah kasus pertama sejak Perancis membentuk pengadilan baru, untuk menuntut kejahatan online pada Januari.

Langkah itu dibuat dalam upaya menghukum dan mencegah perundungan di dunia maya.

Tuduhan dalam persidangan termasuk pelecehan online, ancaman kematian online, dan ancaman pemerkosaan online.

Remaja, yang diidentifikasi secara publik hanya dengan nama depannya, Mila, telah menerima ancaman pembunuhan karena videonya yang mengkritik Islam diunggah ke Instagram dan TikTok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia pertama kali mulai mengunggah videonya dua tahun lalu, ketika berusia 16 tahun.

Newsweek pada Rabu (23/6/2021) mewartakan, dalam pengadilan Mila yang menggambarkan dirinya sebagai seorang ateis.

"Saya tidak suka agama apa pun, bukan hanya Islam," klaimnya.

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan mengkhawatirkan tentang kebebasan berekspresi, kebebasan untuk mengkritik, dan penghormatan terhadap jutaan Muslim Perancis.

Halaman:

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Kudeta Tunisia Terburuk dalam 10 Tahun, Massa Oposisi Bentrok dengan Pendukung Presiden

Global
Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Alami Krisis Makanan, Geng Monyet Serbu Jalanan di Thailand

Global
Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Biden Umumkan Tarik Pasukan AS di Irak pada Akhir 2021

Global
9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

9 Calo ICU Covid-19 Ditangkap, Jual Rp 300 Juta per Ranjang di Peru

Global
POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

POPULER GLOBAL: Gambaran Hidup bersama Covid-19 | Kudeta Presiden Tunisia

Global
Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Dalam Pembicaraan Tingkat Tinggi, China Tuduh AS Lakukan Penindasan

Global
Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
komentar
Close Ads X