Kompas.com - 24/06/2021, 07:17 WIB
Foto tak bertanggal yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 24 Mei 2020 menunjukkan Kim Jong Un menghadiri rapat Komisi Militer Pusat Partai Buruh, mendiskusikan kebijakan baru meningkatkan pencegahan perang nuklir. AFP/KCNA VIA KNS/STRFoto tak bertanggal yang dirilis kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 24 Mei 2020 menunjukkan Kim Jong Un menghadiri rapat Komisi Militer Pusat Partai Buruh, mendiskusikan kebijakan baru meningkatkan pencegahan perang nuklir.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Korea Utara tidak mempertimbangkan untuk berkontak dengan Amerika Serikat (AS) karena hanya akan membuang-buang waktu.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Son Gwon pada Rabu (23/6/2021) yang disiarkan media pemerintah KCNA.

"Kami bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan kontak apa pun dengan AS yang tidak akan membawa kami ke mana-mana, hanya menghabiskan waktu yang berharga," kata Ri.

Baca juga: Adik Kim Jong Un: AS Salah Berharap pada Korea Utara

Pernyataan tersebut disampaikan Ri setelah utusan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim menantikan tanggapan positif untuk berdialog dengan Pyongyang.

“Negeri Paman Sam” menganggap program senjata nuklir Pyongyang sebagai masalah yang sulit selama bertahun-tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk “melunakkan” Korea Utara, pemerintahan Presiden AS Joe Biden memilik pendekatan baru terhadap Pyongyang berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan.

Washington menyatakan, pihaknya akan menerapkan strategi baru terhadap negara yang dipimpin Kom Jong Un tersebut melalui diplomasi.

Strategi baru tersebut dipilih AS untuk membujuk Korea Utara melakukan denuklirisasi sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Utusan AS Siap Bertemu Perwakilan Korea Utara di Mana Saja dan Kapan Pun

Saling balas pernyataan

Setelah AS mengumumkan strategi barunya tersebut, Kim Jong Un membalas bahwa Korea Utara harus siap berhadapan dengan AS baik itu melalui diplomasi atau konfrontasi.

Pada Minggu (20/6/2021), Penasihat Keamanan nasional AS Jake Sullivan menyebut pernyataan Kim Jong Un itu sebagai sinyal yang menarik.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X