Kompas.com - 22/06/2021, 21:21 WIB
Foto tertanggal 5 September 2020 yang dirilis KCNA menunjukkan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berbincang dengan para pejabatnya, saat meninjau desa yang hancur diterjang topan Maysak di provinsi Hamgyong Selatan. KCNA via APFoto tertanggal 5 September 2020 yang dirilis KCNA menunjukkan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un berbincang dengan para pejabatnya, saat meninjau desa yang hancur diterjang topan Maysak di provinsi Hamgyong Selatan.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut memerintahkan puluhan ribu ibu rumah tangga bekerja di sawah.

Klaim itu muncul dari mantan menteri unifikasi Korea Selatan, Jeong Se-hyun, yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Penasihat Unifikasi Nasional.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi TBS, Jeong mengeklaim Kim menginstruksikan para ibu itu menanam padi di Provinsi Hwanghae Utara.

Baca juga: Korea Utara Mulai Krisis Pangan, Harga Pisang di Sana Rp 640.000

Jeong menyatakan, Korea Utara memobilisasi setidaknya 14.000 ibu rumah tangga bekerja di sawah Yonbaek County.

Dikutip News 1 via UPI Senin (21/6/2021), Jeong menuturkan perintah mobilisasi itu datang langsung dari Kim Jong Un.

Jeong tidak menyebut siapa sumbernya. Dia hanya menyatakan dalam beberapa kesempatan, mereka boleh membawa anaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, Kim disebut sudah meminta agar dibentuk "kebijakan pengasuhan anak" selama musim tanam berlangsung.

Kim meminta para pejabatnya agar "kelas bagi anak-anak" digelar sementara ibu mereka menanam padi atau membawa air.

Jeong menjelaskan dengan perintah tersebut, dia menduga krisis pangan di Korea Utara sudah mulai parah.

Institut Pengembangan Korea menyatakan, negerai dengan paham Juche itu bisa kekurangan 1,35 juta ton pangan karena badai tahun lalu.

Malah, ada kemungkinan hasil panen pada tahun ini bisa terganggu karena ancaman badai maupun topan.

Jeong mengatakan, krisis pangan ini harusnya bisa dijadikan bahan negosiasi oleh AS maupun Korea Selatan.

Dia memperingatkan jika dua negara ini tak segera bertindak, China yang adalah sekutu utama Pyongyang bisa mengisinya.

"Negeri Panda" merupakan mitra dagang utama Korea Utara, yang menutup perbatasannya selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Krisis Pangan Korea Utara Menjalar ke Bahan Non-pokok, Harga Kopi Rp 1 Jutaan Sebungkus


Sumber UPI
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X