Kompas.com - 22/06/2021, 14:57 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi menunjukan jari tangannya yang telah tercelup tinta setelah memberikan suaranya di TPS di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, Selasa, 23 April 2019 AFP/File / PUNIT PARANJPEPerdana Menteri India Narendra Modi menunjukan jari tangannya yang telah tercelup tinta setelah memberikan suaranya di TPS di Ahmedabad, negara bagian Gujarat, Selasa, 23 April 2019

NEW DELHI, KOMPAS.com - Narendra Modi telah mencapai 7 tahun usia jabatannya sebagai perdana menteri India sejak 2014, di tengah pandemi Covid-19 yang telah banyak menewaskan rakyatnya.

Modi memimpin panggung politik India dengan janji lebih banyak bekerja, kemakmuran, dan birokrasi lebih sederhana.

Namun, catatan pemerintahannya dalam 7 tahun disebut telah terbukti lesu dengan petumbuhan ekonomi jatuh dari biasanya 7-8 persen menjadi 3,1 persen pada kuartal IV 2019-2020.

Baca juga: India Ingin Berdialog dengan Taliban, Apa Tujuannya?

Sementara, lebih dari 25 juta orang kehilangan pekerjaan sejak awal 2021. Lebih dari 75 juta orang India telah jatuh kembali ke dalam kemiskinan, termasuk sepertiga dari 100 juta kelas menengah India, menurut perkiraan oleh Pew Research.

Adanya pandemi Covid-19 lebih menghancurkan kinerja Modi yang disebut sudah di bawah standar, seperti yang dilansir dari BBC pada Selasa (22/6/2021). 

Mengacu pada data Worldometers pada Selasa (22/6/2021), total kasus Covid-19 India telah mencapai 29 juta dan 389.302 kematian sejak awal pandemi di mulai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir The Hindu pada Kamis (27/5/2021) ilmuwan politik Ashwani Kumar dari Tata Institute of Social Sciences, mengatakan pandemi Covid-19 di India, seperti "tsunami" yang mengganggu pemerintahan dan kehidupan yang ada, yang berpusat pada sumber daya kesehatan.

Baca juga: Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada Dewi Corona

Pengeluaran perawatan kesehatan suram

Ekonom Reetika Khera mengatakan bahwa seperti pemerintahan sebelumnya, Modi juga termasuk pemimpin yang mengabaikan perawatan kesehatan.

"India memiliki tingkat pengeluaran publik terendah untuk perawatan kesehatan di dunia," kata ekonom Reetika Khera, seperti yang dikutip dari BBC pada Selasa (22/6/2021).

Para ahli mengatakan penekanannya adalah pada perawatan tersier dengan mengorbankan perawatan preventif atau primer.

Halaman:

Sumber BBC,The Hindu
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Global
Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Global
China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

Global
China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

Global
Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Global
Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Global
Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Global
Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Global
Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Internasional
Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Global
Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Global
Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Global
Menakar Strategi 'Nol Toleransi' China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Menakar Strategi "Nol Toleransi" China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Global
Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema '40', Apa Itu?

Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema "40", Apa Itu?

Global
CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

Global
komentar
Close Ads X