Kompas.com - 21/06/2021, 14:18 WIB
Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan tes kejut terhadap kapal induk terbarunya, USS Gerald R Ford, di lepas pantai timur AS pada Jumat (18/6/2021). SEAMAN RILEY MCDOWELL/US NAVYAngkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan tes kejut terhadap kapal induk terbarunya, USS Gerald R Ford, di lepas pantai timur AS pada Jumat (18/6/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menggelar tes kejut terhadap kapal induk terbarunya.

Dalam tes tersebut, Angkatan Laut AS meledakkan 20 ton bahan peledak di dekat kapal induk USS Gerald R Ford.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Tes itu dimaksudkan untuk mengetahui seberapa kuat USS Gerald R Ford dalam menahan guncangan sekaligus simulasi untuk kondisi pertempuran.

Bom tersebut diledakkan dalam jarak beberapa meter dari USS Gerald R Ford yang berlayar di lepas pantai timur AS.

Video pengetesan tersebut dirilis Angkatan Laut AS di situs resminya pada Jumat (18/6/2021) sebagaimana dilansir ABC News.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kapal Induk Beijing Gelar Latihan di Laut China Selatan

USS Gerald R Ford merupakan slaah satu kapal induk terbesar di dunia karena memiliki panjang 333 meter, tinggi 77 meter, dan bobot 100.000 ton.

Survei Geologi AS mencatat, ledakan itu menimbulkan gempa mermagnitudo 3,9 sekitar 161 kilometer di lepas pantai Florida, AS, pada Jumat.

Angkatan Laut AS mengatakan, pengetesan tersebut sudah mengantongi persyaratan mitigasi lingkungan.

Baca juga: Sinyal Awasi NATO, Rusia Luncurkan Rudal Supersonik dari “Pembunuh Kapal Induk”

“Angkatan Laut AS melakukan uji coba kapal baru menggunakan bahan peledak langsung,” kata Angkatan Laut AS dalam rilisnya.

Angkatan Laut AS menambahkan, pengetesan tersebut dilakukan untuk memeriksa apakah kapal induk itu memenuhi syarat untuk melaksanakan misi.

Pengetesan tersebut melibatkan metode pemodelan komputer canggih lalu dianalisis untuk memastikan kapal itu sanggup menahan kondisi pertempuran yang sebenarnya.

Baca juga: Tak Ingin Buat China Marah, Kapal Induk Inggris Hindari Lewat Selat Taiwan

“Dan tes kejut ini menyediakan data yang digunakan dalam memvalidasi ketahanan kapal," sambung Angkatan Laut AS.

Setelah menyelesaikan tes kejut, kapal akan memasuki periode perencanaan modernisasi, pemeliharaan, dan perbaikan yang berlangsung selama enam bulan.

Baca juga: Aktivitas Militer Melonjak, AS dan China Kerahkan Kapal Induk ke Laut China Selatan


Sumber ABC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Global
Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Global
China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

Global
China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

Global
Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Global
Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Global
Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Global
Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Global
Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Internasional
Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Global
Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Global
Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Global
Menakar Strategi 'Nol Toleransi' China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Menakar Strategi "Nol Toleransi" China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Global
Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema '40', Apa Itu?

Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema "40", Apa Itu?

Global
CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

Global
komentar
Close Ads X