Kompas.com - 20/06/2021, 15:46 WIB
Calon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat. AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZICalon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat.

TEL AVIV, KOMPAS.com – Pada Sabtu (19/6/2021), Israel mengutuk presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi.

Israel menyebut Raisi sebagai paling ekstrem di dunia dan segera memajukan program nuklir Iran sebagaimana dilansir Reuters.

Reuters melaporkan, Raisi merupakan seorang hakim sekaligus ulama Syiah garis keras berusia 60 tahun.

Baca juga: Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Dia dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara dilakukan pada Sabtu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menteri Dalam Negeri Iran Aboldreza Rahmani Fazli menuturkan, ulama Syiah garis keras itu meraup 61,95 persen suara.

"Presiden baru Iran, yang dikenal sebagai Jagal Teheran, adalah seorang ekstremis yang bertanggung jawab atas kematian ribuan rakyat Iran,” kata Menteri Luar Negeri Yair Lapid di Twitter.

Baca juga: Israel Peringatkan Masyarakat Internasional Presiden Baru Iran Berbahaya

Lapid menambahkan, Raisi berambisi mengembangkan program nuklir Iran dan mengampanyekan teror di tataran global.

Sementara itu, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel yang dirilis secara terpisah menyebut terpilihnya Raisi dalam pilpres Iran menimbulkan keprihatinan internasional yang serius.

Sementara itu, Israel juga memiliki perdana menteri baru. Naftali Bennet dilantik sebagai Perdana Menteri Israel pada Minggu (13/6/2021).

Pemerintahan Bennet menyatakan, pihaknya keberatan jika kesepakatan nuklir 2015 antara kekuatan dunia dan Iran dihidupkan kembali.

Baca juga: Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir dan menganggapnya sebagai ancaman. Sementara Teheran membantah mengembangkan senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, program nuklir Iran harus segera dihentikan, dibatalkan seluruhnya, dan dihentikan.

“Program rudal balistik Iran harus dibongkar dan kampanye teror globalnya harus dilawan dengan keras oleh koalisi internasional yang luas,” ujar Kementerian Luar Negeri Israel.

Baca juga: Menteri Luar Negeri: Ebrahim Raisi Presiden Terpilih Iran


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Global
Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Global
Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Global
Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Internasional
Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Global
Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Global
Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Global
Menakar Strategi China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Menakar Strategi China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Global
Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema '40', Apa Itu?

Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema "40", Apa Itu?

Global
CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

CDC: Varian Delta Menyumbang 93 Persen dari Semua Infeksi Covid-19 di AS

Global
Kisah Gabby Thomas, Lulusan Harvard dan Calon Epidemolog yang Sabet Medali Olimpiade

Kisah Gabby Thomas, Lulusan Harvard dan Calon Epidemolog yang Sabet Medali Olimpiade

Global
AS Berencana Izinkan Orang Asing Yang Sudah Divaksin Penuh Masuk Negaranya

AS Berencana Izinkan Orang Asing Yang Sudah Divaksin Penuh Masuk Negaranya

Global
FBI Ungkap Identitas Penyerang di Pentagon, Motifnya Masih Belum Jelas

FBI Ungkap Identitas Penyerang di Pentagon, Motifnya Masih Belum Jelas

Global
AS Berpotensi Jual Senjata Lagi ke Taiwan, Nilainya Capai Rp 10 Triliun

AS Berpotensi Jual Senjata Lagi ke Taiwan, Nilainya Capai Rp 10 Triliun

Global
POPULER GLOBAL: Atlet Australia Hancurkan Kasur Kardus Olympic Village Sebelum Pulang | Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga

POPULER GLOBAL: Atlet Australia Hancurkan Kasur Kardus Olympic Village Sebelum Pulang | Pevoli Brasil Pakai Masker Saat Laga

Global
komentar
Close Ads X