Kompas.com - 18/06/2021, 19:45 WIB
Presiden Joe Biden berbicara pada acara Memorial Day di Veterans Memorial Park di Delaware Memorial Bridge di New Castle, Del., Minggu, 30 Mei 2021. AP PHOTO/PATRICK SEMANSKYPresiden Joe Biden berbicara pada acara Memorial Day di Veterans Memorial Park di Delaware Memorial Bridge di New Castle, Del., Minggu, 30 Mei 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - G7 telah menyatakan dalam pengumuman pada akhir pekan lalu bahwa akan mendukung proposal yang dipimpin Amerika untuk menciptakan alternatif terhadap “Belt and Road Initiative” yang digagas China sejak 8 tahun lalu.

Hal itu disambut optimisme yang hati-hati oleh para pakar pembangunan internasional.

Para pakar menyambut baik fokus untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang sedang mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia pada Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Dubes AS Waspadai Pengaruh China di PBB

 

Namun, masih memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana proposal itu dilaksanakan, yang belum ada jawabannya secara langsung.

Menurut dokumen Gedung Putih, rencana itu bertujuan untuk “secara kolektif mengkatalisasi ratusan miliar dolar investasi infrastruktur bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada tahun-tahun mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pakar menilai proposal alternatif “Belt and Road Initiative” itu merupakan bagian yang lebih luas yang didorong Presiden Joe Biden.

Baca juga: AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

 

Sebelumnya, G7 dan negara-negara demokrasi lainnya di seluruh dunia masih terpaku dalam “pertempuran” dengan rezim otoriter,seperti China dan Rusia, yang bersaing untuk menanamkan pengaruh pada negara-negara berkembang.

Upaya kelompok AS dan aliansianya itu disebut sebagai “Kemitraaan Untuk Membangun Kembali Dunia yang Lebih Baik” atau “Build Back Better World Partnership”, sebuah langkah untuk “menggalang negara-negara yang demokrat untuk menghadapi tantangan dunia, dan memberikan (hasil) bagi rakyat kita dan seluruh rakyat di dunia,” ujar Biden.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Langkah Positif yang Luar Biasa

“Tentu saja fakta bahwa Amerika hadir dan sangat terlibat dalam G7 merupakan langkah positif yang sangat luar biasa,” ujar Lisa Bos, Direktur Hubungan Pemerintah Bagi Visi Dunia, suatu organisasi kemanusiaan Kristen dunia.

“Bahwa kita menunjukkan kepemimpinan merupakan langkah positif yang sangat luar biasa. Tetapi, apakah kita menunjukkan kepemimpinan untuk benar-benar mencapai hasil dan tujuan nyata, dan menjadikannya benar-benar bermakna?”

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X