Kompas.com - 18/06/2021, 07:05 WIB
Foto dari pemerintah Korea Utara, tampak Kim Jong Un berpidato dalam pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang, 15 Juni 2021. Kim memperingatkan adanya kemungkinan kekurangan pangan dan menyerukan supaya warga bersiap dengan perpanjangan aturan penanganan Covid-19. KCNA via APFoto dari pemerintah Korea Utara, tampak Kim Jong Un berpidato dalam pertemuan Partai Buruh Korea di Pyongyang, 15 Juni 2021. Kim memperingatkan adanya kemungkinan kekurangan pangan dan menyerukan supaya warga bersiap dengan perpanjangan aturan penanganan Covid-19.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Kim Jong Un mengakui situasi pangan di Korea Utara sedang krisis, menurut laporan media pemerintah pada Rabu (16/6/2021).

Dalam rapat pleno komite pusat Partai Buruh Korea, Kim mengatakan ekonomi membaik tahun ini, dengan output industri tumbuh 25 persen dari tahun sebelumnya, lapor kantor berita pemerintah KCNA.

Tetapi ada beberapa masalah yang mengikuti, tambah pemimpin tertinggi Korea Utara itu.

Baca juga: Penampilan Terbaru Kim Jong Un Lebih Kurus, Terserang Penyakit?

"Situasi pangan masyarakat sekarang semakin tegang karena sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi biji-bijian, akibat kerusakan dari topan tahun lalu," ungkap Kim dikutip dari AFP.

Rangkaian topan musim panas memicu banjir yang menghancurkan ribuan rumah dan menggenangi lahan pertanian.

Kim lalu menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak bencana alam seperti itu, dengan berkata bahwa memastikan panen yang baik adalah prioritas utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengakuan itu membunyikan alarm di Korut, negara yang menderita kelaparan dahsyat pada 1990-an dengan ratusan ribu orang meninggal.

Baca juga: Kim Jong Un: Korea Utara Siap Berdialog atau Berkonfrontasi dengan AS

Korea Utara yang miskin dan dalam berbagai sanksi internasional atas senjata nuklir serta program rudal balistiknya, sejak lama berjuang mengatasi ketersediaan pangan, lalu kali ini mereka menderita kekurangan makanan kronis.

Pandemi virus corona dan serangkaian badai musim panas serta banjir semakin memperparah situasi Korut sejak tahun lalu.

Pertemuan itu juga membahas sifat berkepanjangan dari pandemi virus corona, lapor KCNA.

Dalam pengakuan lain tentang krisis di Korea Utara, Kim pada April mengatakan kepada warganya untuk bekerja keras, berjaga-jaga bilai situasi terburuk terjadi.

Kelaparan nasional yang diderita Korea Utara pada 1990-an menewaskan ratusan ribu orang setelah jatuhnya Uni Soviet membuat negara itu tak punya dukungan besar.

Baca juga: Kim Jong Un Buka Rapat Penting Partai Buruh, Apa Saja yang Dibahas?


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X