Kompas.com - 18/06/2021, 06:56 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Turki bersedia mengambil alih bandara internasional Kabul setelah NATO menarik seluruh pasukan mereka dari Afghanistan pada awal September.

Pernyataan tersebut disampaikan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan pada Kamis (17/7/2021) sebagaimana dilansir Ahval.

Baca juga: 4 Petugas Vaksin Polio di Afghanistan Ditembak Mati, Diduga Dilakukan Taliban

Sullivan mengatakan, kesepakatan tersebut tercapai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (14/6/2021).

Kedua pemimpin tersebut bertemu dalam rapat NATO. Keduanya membahas mengenai situasi dan masalah Afghanistan sebagaimana diwartakan Reuters.

“Komitmen yang jelas dari para pemimpin ditetapkan bahwa Turki akan memainkan peran utama dalam mengamankan Bandara Internasional Hamid Karzai,” kata Sullivan.

Baca juga: Lawan Taliban dengan Palu: Kisah Pasukan SAS Inggris di Afghanistan

Dia menambahkan, baik AS dan Turki kini sedang membahas langkah final agar kesepakatan tersebut segera terealisasi.

Pekan lalu, seorang juru bicara Taliban mengatakan, Turki juga harus menarik pasukannya dari Afghanistan sebagaimana AS menarik pasukannya.

“Jelas kami menganggap serius kekhawatiran bahwa Taliban atau elemen lain di Afghanistan akan menyerang kehadiran Barat atau internasional,” ucap Sullivan.

Baca juga: Taliban Tembak Mati 10 Pekerja Pembersih Ranjau di Afghanistan

“Kami tidak percaya bahwa apa yang telah dikatakan Taliban secara terbuka harus atau akan menghalangi upaya yang sedang dilakukan saat ini untuk membangun kehadiran keamanan itu, " sambung Sullivan.

Turki menempatkan 500 tentara di Afghanistan, kontingen militer asing terbesar yang tersisa di negara tersebut.

Turki juga telah memainkan peran kunci non-tempur dalam misi NATO di Afghanistan sejak 2003.

Baca juga: Taliban Bersedia Terima Penerjemah Afghanistan asalkan Mereka Menyesal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber Ahval News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.