Kompas.com - 18/06/2021, 05:13 WIB
Ilustrasi PBB Alexandros Michailidis / Shutterstock.comIlustrasi PBB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (16/6/2021), memastikan kepada Kongres bahwa ia akan memantau dan menindak “pengaruh tidak baik” China terhadap lembaga dunia.

China bersikap agresif dan memaksa dalam memanfaatkan kekuatannya di PBB,” kata Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika.

Baca juga: AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

Ditambahkannya, Beijing memberlakukan sebuah “pendekatan yang otoriter terhadap multilateralisme”, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia pada Kamis (17/6/2021).

Thomas-Greenfield mengacu pada serangkaian tindakan, termasuk pengaruh China di 3 organisasi PBB, di mana warga mereka berperan, dan memanfaatkan diplomasi vaksin Covid-19 oleh Beijing untuk menekan negara-negara yang lebih miskin.

Baca juga: China Sindir Barat dengan Kartun Menakutkan “Perjamuan Terakhir” Pemimpin G7

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami akan melawan secara keras terhadap usaha-usaha seperti itu,” katanya.

Dia mendesak para anggota Kongres agar melakukan investasi di PBB guna memulihkan pengaruh AS di sana, yang menurun selama masa pemerintahan Trump.

Baca juga: Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

“Musuh-musuh dan pesaing-pesaing kita melakukan investasi di PBB. Kita tidak bisa bersaing, kecuali kalau kita melakukan hal itu pula,” kata Thomas Greenfield.

Lebih dari 40 anggota Kongres menanyai diplomat veteran itu selama lebih dari 4 jam, ketika berlangsung sidang dengar seputar prioritas pemerintahan Biden untuk terlibat dengan PBB.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Banyak dari mereka mengungkapkan keprihatinan dengan persekusi minoritas Muslim Uighur di Provinsi Xijiang, China.

Kelompok-kelompok HAM telah menuduh China mengirim lebih dari 1 juta warga Uighur ke kamp-kamp tahanan.

China mengatakan fasilitas itu dimaksudkan sebagai “pusat pendidikan kejuruan” dan untuk mencegah penyebaran ekstremisme keagamaan dan serangan teroris.

Baca juga: Sekjen NATO: Kita Harus Lawan Rezim Otoriter China dan Rusia


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X