AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

Kompas.com - 17/06/2021, 17:36 WIB
Para pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. AP PHOTO/Patrick SemanskyPara pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

PERTEMUAN pemimpin negara-negara kaya yang tergabung dalam G-7 sedianya diadakan di Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Pandemi Covid 19 membuat pertemuan itu batal. Baru pada 11-13 Juni lalu, G-7 mengadakan pertemuan di Cornwall, Inggris.

Inilah pertemuan pertama mereka sejak Covid 19 mendera dunia. Maka wajar jika masalah pandemi menjadi salah satu mata agenda. Untuk mengatasi pandemi, G7 mengeluarkan Deklarasi Carbis Bay.

Deklarasi antara lain memuat komitmen negara anggota untuk mencegah pandemi tidak terulang lagi. G7 berupaya mempercepat proses pengembangan, izin produksi dan distribusi vaksin, serta perawatan dan diagnosa penyakit baru hanya dalam waktu 100 hari.

Yang tak kalah menarik, disamping program untuk mengatasi pandemi, G7 juga mencanangkan program pembangunan infrastruktur Building Back Better World.

Rencananya melalui program ini G7 menggelontorkan dana miliaran dollar AS untuk membantu pembangunan infrastruktur di negara berkembang.

Membaca agenda G7

Membicarakan isu dunia dan membuat program pembangunan internasional merupakan agenda rutin bagi G7. Tetapi membahas isu pandemi dan infrastruktur, manakala dunia menyaksikan kebangkitan China dalam panggung politik internasional, hal itu menjadi menarik.

Bagaimana membaca agenda G7 itu dalam perspektif hubungan AS dan China akhir-akhir ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi pengamat politik internasional, rivalitas antara AS dan China dalam perebutan pengaruh di arena politik global sudah kasat mata. AS merasa gusar dengan kebangkitan ekonomi China. Kekhawatiran yang bisa dimengerti.

Tetapi mengapa justru isu pandemi dan infrastruktur yang menjadi sorotan?

Memang isu Covid 19 dan infrastruktur ini berkait-kelindan dengan rivalitas AS dan Barat di satu pihak dengan China di pihak lain.

Setidaknya ada tiga fenomena yang bisa menjelaskan bagaimana Covid 19 menjadi katalis sehingga membuat rivalitas AS dan Barat dengan China makin bereskalasi.

Pertama, sejak pandemi merebak pada awal tahun lalu, China dituduh AS sebagai sumber dari virus celaka itu.

China pun balik menuduh: justru virus itu dibawa oleh tentara AS yang mengikuti kompetisi militer di Wuhan.

Dari sinilah bermula ketegangan AS-China terkait isu Covid 19.

Kedua, ketika benua Eropa mulai diharu-biru oleh Covid 19, nampak sekali kegalauan anggota Uni Eropa (UE) dalam menangani dampak pandemi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Global
Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Global
Lamont Jacobs, 'One of Fastest Man Alive', Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Lamont Jacobs, "One of Fastest Man Alive", Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Global
Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Global
Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Global
Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Global
Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Global
Kebakaran 2 Hutan Besar di Yunani, Suhu Capai 45 Derajat Celsius

Kebakaran 2 Hutan Besar di Yunani, Suhu Capai 45 Derajat Celsius

Global
4 Fakta Unik Badminton, Olahraga Raket Tercepat di Dunia

4 Fakta Unik Badminton, Olahraga Raket Tercepat di Dunia

Global
Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa?

Mengapa Badminton Lebih Populer di Negara Asia dibanding Eropa?

Global
UPDATE Banjir China: 302 Orang Tewas, 50 Hilang

UPDATE Banjir China: 302 Orang Tewas, 50 Hilang

Global
Ketika Persembunyian Osama bin Laden Terungkap dari Baju yang Dijemur Istrinya

Ketika Persembunyian Osama bin Laden Terungkap dari Baju yang Dijemur Istrinya

Global
Jepang Lindungi Atlet Belarus Setelah Diusir Tim Olimpiadenya, Negara Lain Tawarkan Suaka

Jepang Lindungi Atlet Belarus Setelah Diusir Tim Olimpiadenya, Negara Lain Tawarkan Suaka

Global
Profil Pemimpin Dunia: Angela Merkel, Kanselir Jerman

Profil Pemimpin Dunia: Angela Merkel, Kanselir Jerman

Global
Di Balik Sosok Bengisnya, Inilah 4 Fakta Unik Adolf Hitler

Di Balik Sosok Bengisnya, Inilah 4 Fakta Unik Adolf Hitler

Global
komentar
Close Ads X