Kompas.com - 16/06/2021, 10:28 WIB
Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa. RIA NOVOSTI/ALEXEI DRUZHININ via APFoto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Joe Biden dan Presiden Vladimir Putin sepakat bahwa hubungan AS-Rusia saat ini berada di titik paling rendah.

Dalam wawancara menjelang pertemuan kedua negara di Jenewa pada Rabu (16/6/2021), Bidan dan Putin secara terpisah mengatakan bahwa tengah terjadi ketegangan antara AS dan Rusia atas berbagai masalah.

Di antaranya, serentetan serangan siber besar-besaran yang diduga berasal dari Rusia. Lalu, serangan militer Putin di sepanjang perbatasan Rusia dengan Ukraina.

Baca juga: Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Selain itu, tindakan Putin yang memenjarakan pemimpin oposisi Alexei Navalny yang selamat dari insiden keracunan agen saraf Rusia.

Sementara Putin tidak terima atas penyataan Biden pada Maret, yang mengambarkan dirinya sebagai "pembunuh". 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada pun, laporan dari intelijen AS yang menyimpulkan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu AS 2016 dan berusaha membantu Trump.

Melansir Los Angeles Times pada Senin (14/6/2021), Biden yang hadir dalam KTT G7 bersemangat bertujuan menggunakan dukungan negara sekutu untuk menciptakan front persatuan yang berfungsi melawan langkah politik Putin.

Biden mengakui kesulitan dalam membalikkan kebijakan Putin, yang terlihat tidak mempan diserang dengan sanksi ekonomi AS dan pengusiran para diplomatnya.

Biden mengatahui dia menghadapi musuh yang tangguh.

"Saya akan menjelaskan kepadanya (Putin) bahwa ada area di mana kita dapat bekerja sama, jika dia mau," ujar Biden dalam konferensi pers di Brussel setelah satu hari pertemuan dengan sekutu NATO.

Baca juga: Sekjen NATO: Kita Harus Lawan Rezim Otoriter China dan Rusia

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Izinkan Lagi Penjualan Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Izinkan Lagi Penjualan Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
komentar
Close Ads X