Kompas.com - 15/06/2021, 19:45 WIB
Iklan permohonan maaf dari perusahaan Akagi Nyugyo, 2016. YouTube via Kompas.comIklan permohonan maaf dari perusahaan Akagi Nyugyo, 2016.

KOMPAS.com - Biasanya orang meminta maaf untuk kesalahan yang sudah dilakukannya, entah sengaja atau tidak. Dalam konteks perusahaan, mereka biasanya meminta maaf sesudah melakukan kesalahan fatal pada konsumennya.

Tapi, bagaimana bila sebuah perusahaan, dengan sengaja meminta maaf karena harga produknya naik?

Lebih luar biasanya lagi, harga itu hanya naik sedikit sekali?

Baca juga: Obat Covid-19 di India Beredar di Pasar Gelap, Harga Naik Sampai Rp 7 Juta

Akagi Nyugo, produsen es krim asal Jepang pernah melakukannya pada 2016. Bertahun-tahun berlalu, tapi permintaan maaf perusahaan ini tak bisa dilupakan begitu saja.

Mereka, dengan sengaja dan totalitas, membuat iklan yang menampilkan para eksekutif dan pegawainya meminta maaf karena harga salah satu produk es krimnya, naik 10 yen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 2016, 10 yen bernilai hanya sekitar Rp1.200. Sebuah kenaikan yang bisa dibilang sangat murah dan tak seberapa.

Baca juga: Promosi Senin Harga Naik Bisa Dipidana

Dilansir World of Buzz, iklan bertajuk “Garigari-kun Neage” (Kenaikan Harga Garigari-kun) ini, menampilkan CEO perusahaan, Hideki Inoue bersama jajaran eksekutif dan stafnya.

Disyuting langsung dari pabriknya di Fukaya, Jepang, iklan ini sengaja diiringi lagu yang sedih, tapi tetap bernuansa sedikit gembira.

Semua orang dalam iklan ini lantas membungkuk, bersamaan dengan munculnya tulisan “60-70”. Menunjukkan naiknya harga es Garigari-kun, dari 60 yen jadi 70 yen.

Sebelumnya teks yang bertuliskan “Kami sudah bekerja 25 tahun, tapi…", juga ditampilkan. Seolah menunjukkan penyesalan.

Baca juga: Google Didenda Rp 3,8 Triliun oleh Pemerintah Perancis gara-gara Iklan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X