Kompas.com - 15/06/2021, 19:21 WIB
Foto udara yang diambil pada 13 Juni 2021 menunjukkan kerangka manusia yang diyakini korban ISIS dalam pembantaian Penjara Badush 2014 diangkat dari kuburan massal di sebelah barat laut Mosul, Irak. Di Juni 2014, anggota ISIS menyerang penjara itu, membawa hampir 600 tahanan yang mayoritas Syiah ke truk, membawa mereka ke sebuah jurang, dan membunuh mereka di sana. AFP PHOTO/ZAID AL-OBEIDIFoto udara yang diambil pada 13 Juni 2021 menunjukkan kerangka manusia yang diyakini korban ISIS dalam pembantaian Penjara Badush 2014 diangkat dari kuburan massal di sebelah barat laut Mosul, Irak. Di Juni 2014, anggota ISIS menyerang penjara itu, membawa hampir 600 tahanan yang mayoritas Syiah ke truk, membawa mereka ke sebuah jurang, dan membunuh mereka di sana.

MOSUL, KOMPAS.com - Sebuah kuburan massal berisia 123 korban ISIS ditemukan di Irak, dua tahun setelah kelompok itu dikalahkan.

Pembantaian di Penjara Badush terjadi pada 2014 silam, ketika kelompok teroris itu menduduki kota Mosul.

Saat itu, mereka membawa 583 tahanan, kebanyakan merupakan penganut paham Syiah, ke sebuah jurang dan membunuh mereka.

Baca juga: Tampil Beda, Mantan Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Ingin Pulang

Pada Maret 2017, pasukan pemerintah Irak berhasil mendapatkan kendali atas kawasan tersebut dan menemukan korban.

Makam berisi korban dari Penjara Badush adalah satu dari 200 kuburan massal yang ditinggalkan ISIS, demikian keterangan PBB.

Jenazah-jenazah itu dilaporkan sudah terangkat seluruhnya dari jurang, dan saat ini tengah dalam proses identifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saleh Ahmed, salah satu petugas pengidentifikasi mayat mengungkapkan, pekerjaan mereka tantangannya begitu berat.

"Panasnya luar biasa menyengat, beberapa mayat juga tersangkut. Ada juga ular dan kalajengking," ucapnya.

Dilansir Daily Mirror Senin (14/6/2021), PBB meyakini ada sekitar 12.000 korban yang dikubur oleh Daesh (akronim ISIS).

Najm al-Jubburi, Gubernur Provinsi Nineveh tempat kuburan itu ditemukan berujar, ada ribuan keluarga yang ingin mengetahui nasib kerabatnya.

Abbas Mohammed, yang anaknya dipenjara di Badush setelah ditangkap militer AS pada 2005 masih menanti kabarnya.

"Setelah 17 tahun menanti tanpa tahu apakah dia sudah mati atau masih hidup, saya butuh jawaban sekarang," tegasnya.

Baca juga: Anggota ISIS Dijejer di Jalan dan Dieksekusi oleh Kelompok Ekstremis Rival


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Apakah Kim Jong Un Kehilangan Berat Badan Lagi? Foto-foto Menunjukkan Demikian

Global
Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Global
Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Kontroversi Penggunaan Robot Anjing oleh Polisi Amerika, Dinilai Tidak Manusiawi

Global
Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Lari dari Taliban, Warga Afghanistan Ramai-ramai Bikin Paspor untuk Kabur ke Luar Negeri

Global
Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Cara Sukses China Tangani Varian Delta, Bisakah Indonesia Tiru?

Global
Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Pemberontak Houthi Rebut 2 Distrik di Yaman

Global
China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

China Izinkan Uji Coba Kendaraan Autopilot di Jalan Tol Beijing

Global
Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Sambil Bersujud, Atlet Taekwondo Thailand Persembahkan Medali Emas Olimpiade ke Sang Ayah

Global
Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Lagu Kebangsaan China Dihina di Hong Kong, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan

Global
Covid-19 di China: Penularan di Nanjing Paling Luas Setelah Wuhan

Covid-19 di China: Penularan di Nanjing Paling Luas Setelah Wuhan

Global
Dikira Sopir Taksi Online, Pria Ini Bunuh Mahasiswi

Dikira Sopir Taksi Online, Pria Ini Bunuh Mahasiswi

Global
Putrinya yang Berusia 12 Tahun Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Putrinya yang Berusia 12 Tahun Melahirkan, Ibu Ini Ditangkap Polisi

Global
Polisi Hong Kong Selidiki Ejekan pada Lagu Kebangsaan China saat Siaran Olimpiade

Polisi Hong Kong Selidiki Ejekan pada Lagu Kebangsaan China saat Siaran Olimpiade

Global
Keturunan Sunda, Mantan Pramugari Malaysia Ini Namanya Badjie Xatieqoutieqc

Keturunan Sunda, Mantan Pramugari Malaysia Ini Namanya Badjie Xatieqoutieqc

Global
Nasib Pengungsi di Rakhine Myanmar di Tengah Pandemi Covid-19

Nasib Pengungsi di Rakhine Myanmar di Tengah Pandemi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X