Kompas.com - 15/06/2021, 17:08 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas medis saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

BEIJING, KOMPAS.com - Para dokter di China menyebut, gejala varian Delta Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India, berbeda dan lebih berbahaya daripada versi asli virus corona.

Menurut dokter di China, varian yang terus menyebar ke seluruh dunia ini, dilansir The New York Times, disebut lebih membuat pasien menderita.

Para dokter menemukan bahwa pasien yang terinfeksi varian Delta menjadi lebih sakit. Kondisinya pun memburuk dengan lebih cepat.

Baca juga: Menyebar di Kudus, Ini Bahaya dari Virus Corona Varian Delta

Dalam laporan terbaru, sebanyak 12 persen pasien di China alami sakit parah atau kritis. Ini terjadi dalam tiga hingga empat hari sejak gejala pertama kali muncul.

Direktur pengobatan perawatan kritis di Universitas Sun Yat-sen Guangzhou, Guan Xiangdong menyebut, sebelumnya kondisi pasien corona di China tak pernah separah ini.

Baca juga: Varian Corona Delta Mendominasi, Kemenkes Minta Pemda Lebih Masif Lakukan 3T

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebelumnya, hanya 2 atau 3 persen pasien yang menjadi sakit parah atau kritis dalam jangka waktu tersebut, dengan jumlah yang terkadang meningkat hingga 10 persen," ujar Xiangdong.

Empat perlima dari kasus bergejala dilaporkan mengalami demam.

Meskipun begitu, mereka mengatakan bahwa statistik itu masih belum sepenuhnya jelas kalau dibandingkan dengan versi virus lainnya.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Dominasi Kasus Baru Dunia, Kini telah Masuk Indonesia

Informasi baru dari dokter di China ini muncul seiring dengan berkembangnya kekhawatiran global terkait varian Delta yang telah menyebar ke sejumlah negara.

Direktur regional WHO Eropa mengatakan beberapa waktu lalu, bahwa varian ini "siap untuk bertahan" di Eropa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China-Rusia Gelar Latihan Militer Skala Besar, 10.000 Tentara Terlibat

China-Rusia Gelar Latihan Militer Skala Besar, 10.000 Tentara Terlibat

Global
Pria di India Tewas Diinjak Gajah, Videonya Ditonton sampai 180.000 Kali

Pria di India Tewas Diinjak Gajah, Videonya Ditonton sampai 180.000 Kali

Global
Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Serba-serbi Olimpiade Perancis 1900 dan Hal Unik yang Terjadi

Global
Kisah William 'Bumper' Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Kisah William "Bumper" Haris, Insinyur Berkaki Satu yang Naik Eskalator Pertama di London

Global
VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

VIDEO: Kebakaran Hutan Turki Merambat ke Kota, Ada 53 Titik Api, 3 Orang Tewas

Global
30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

30 Juli dalam Sejarah: Jambore Pramuka Pertama di Dunia pada 1920

Global
Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Banjir Bandang Melanda Afghanistan 60 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Global
Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Luncurkan Kampanye Dosis Ketiga Vaksin Covid-19, Israel Jadi Tempat Percobaan

Global
China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

Global
Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Global
Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Global
Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Global
Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Global
Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Global
komentar
Close Ads X