Kompas.com - 15/06/2021, 08:30 WIB

GAITHERSBURG, KOMPAS.com - Novavax mengklaim vaksin Covid-19 buatan mereka efektif lebih dari 90 persen, termasuk terhadap varian baru virus corona.

Klaim tersebut disampaikan pada Senin (14/6/2021) setelah penelitian skala besar di Amerika Serikat (AS).

"(Vaksin) menunjukkan perlindungan 100 persen terhadap penyakit sedang dan berat, kemanjuran 90,4 persen secara keseluruhan," kata Novavax dikutip dari AFP.

Baca juga: Warga Pakistan yang Tolak Vaksin Corona Ponselnya Diblokir, PNS Tak Digaji

Mereka menambahkan, "Penelitian ini mendaftarkan 29.960 peserta di 119 situs di AS dan Meksiko untuk mengevaluasi kemanjuran, keamanan, dan imunogenisitas."

Perusahaan yang bermarkas di Gaithersburg, negara bagian Maryland itu mengatakan, akan mengajukan persetujuan regulasi pada kuartal ketiga 2021.

Setelah itu, lanjutnya, akan dibuat 100 juta dosis per bulan pada akhir kuartal ketiga dan 150 juta dosis per bulan pada akhir tahun.

“Hari ini, Novavax selangkah lebih dekat untuk mengatasi kebutuhan kesehatan masyarakat global yang kritis dan terus-menerus akan vaksin Covid-19 tambahan,” kata Stanley C Erck Presiden dan Kepala Eksekutif Novavax.

"Novavax terus bekerja dengan urgensi untuk menyelesaikan pengajuan regulasi kami dan mengirimkan vaksin ini, dibuat dengan pemahaman baik dan terbukti, ke dunia yang masih sangat membutuhkan vaksin."

Baca juga: Vaksin Novavax Tunjukkan Perlindungan pada Varian Virus Corona Beta

Sementara beberapa negara kaya membuat kemajuan dalam vaksinasi populasi mereka, masih ada kekhawatiran bahwa banyak negara miskin yang tertinggal.

Tingkat vaksinasi di negara-negara miskin dunia jauh di belakang kekuatan industri G7 dan negara-negara kaya lainnya, dalam hal dosis yang diberikan sejauh ini.

Ketimpangan antara negara-negara G7 dan berpenghasilan rendah, seperti yang didefinisikan oleh Bank Dunia, adalah 73:1.

Tidak seperti beberapa kompetitornya, vaksin Novavax yang secara resmi dikenal sebagai NVX-CoV2373 tidak harus disimpan pada suhu sangat rendah.

Novavax mengatakan, vaksin corona mereka bisa disimpan dan stabil pada suhu 2-8 derajat Celsius.

Secara teori, setidaknya, ini berarti vaksin Novavax bisa lebih mudah dibawa dan diberikan di negara-negara dengan infrastruktur kesehatan yang kurang berkembang.

Baca juga: Mengenal Vaksin Novavax yang Segera Masuk dan Dipakai di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Iran Diguncang Gempa Bumi Beruntun di Atas Magnitudo 6, Ratakan Desa, Sejumlah Orang Tewas

Global
5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

5 Hari Jokowi di Ukraina, Rusia, KTT G7, dan UEA: Curhat Putin hingga Rangkulan Biden

Global
Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Point Kesepahaman

Wapres China Langsung Temui Marcos Jr Usai Pelantikan Presiden, Ajukan 4 Point Kesepahaman

Global
Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Cerita Penderitaan Warga Sri Lanka Harus Tidur di Mobil 2 Hari untuk Antre Bensin

Global
Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Ukraina Minta Turkiye Tahan Kapal Berbendera Rusia yang Bawa Biji-bijian Ukraina

Global
Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Putin Disebut Masih Ingin Rebut Sebagian Besar Ukriana

Global
Jawaban Kremlin Saat Ditanya Isi Pesan Zelensky yang Disampaikan Jokowi ke Putin

Jawaban Kremlin Saat Ditanya Isi Pesan Zelensky yang Disampaikan Jokowi ke Putin

Global
Akibat Wabah PMK di Indonesia, Ekspor Sapi Australia Nyaris Terhenti

Akibat Wabah PMK di Indonesia, Ekspor Sapi Australia Nyaris Terhenti

Global
Saat Putin Saling Ejek dengan Pemimpin Barat soal Foto Telanjang Dada...

Saat Putin Saling Ejek dengan Pemimpin Barat soal Foto Telanjang Dada...

Global
Rangkuman Hari Ke-128 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Mematikan di Odessa, Sup Borshch Terancam Punah

Rangkuman Hari Ke-128 Serangan Rusia ke Ukraina, Serangan Mematikan di Odessa, Sup Borshch Terancam Punah

Global
[POPULER GLOBAL] Serba-serbi Pertemuan Jokowi dengan Putin

[POPULER GLOBAL] Serba-serbi Pertemuan Jokowi dengan Putin

Global
Masjid di Berlin Jerman Kibarkan Bendera Pelangi untuk Dukung LGBT

Masjid di Berlin Jerman Kibarkan Bendera Pelangi untuk Dukung LGBT

Global
Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ajukan Banding Tolak Ekstradisi ke AS

Pendiri WikiLeaks Julian Assange Ajukan Banding Tolak Ekstradisi ke AS

Global
Bapak Bunuh Anak Perempuan dengan Shotgun karena Bertemu Pria Asing

Bapak Bunuh Anak Perempuan dengan Shotgun karena Bertemu Pria Asing

Global
Kenapa Putin Tidak Pakai Meja Panjang Saat Bertemu Jokowi di Rusia?

Kenapa Putin Tidak Pakai Meja Panjang Saat Bertemu Jokowi di Rusia?

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.