AS Periksa “Laporan Kebocoran” di Pembangkit Nuklir China atas Permintaan Perusahaan Perancis

Kompas.com - 14/06/2021, 16:35 WIB
Menteri Keuangan Inggris George Osborne (kiri) berbicara dengan manajer umum Joint Venture Tenaga Nuklir Taishan Guo Liming di depan reaktor nuklir yang sedang dibangun di pembangkit listrik tenaga nuklir di Taishan, provinsi Guangdong, pada 17 Oktober 2013. AFP PHOTO/BOBBY YIPMenteri Keuangan Inggris George Osborne (kiri) berbicara dengan manajer umum Joint Venture Tenaga Nuklir Taishan Guo Liming di depan reaktor nuklir yang sedang dibangun di pembangkit listrik tenaga nuklir di Taishan, provinsi Guangdong, pada 17 Oktober 2013.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat melakukan penilaian atas laporan kebocoran di pembangkit listrik tenaga nuklir China, setelah perusahaan Perancis yang memiliki dan membantu pengoperasiannya memperingatkan "ancaman radiologi yang akan segera terjadi."

Ada tuduhan bahwa otoritas keselamatan China menaikkan batas yang dapat diterima untuk deteksi radiasi di luar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taishan di provinsi Guangdong.

Itu diduga dilakukan untuk menghindari keharusan mematikannya, menurut surat dari perusahaan Perancis kepada Departemen Energi AS yang diperoleh CNN diwartakan pada Senin (14/6/2021).

Baca juga: China Tantang Menkeu Jepang Minum Air Limbah PLTN Fukushima

Terlepas dari pemberitahuan yang mengkhawatirkan dari Framatome (perusahaan Perancis), pemerintahan Presiden AS Joe Biden yakin fasilitas itu belum berada pada "tingkat krisis," kata salah satu sumber.

Situasi saat ini di PLTN Taishan dinilai tidak menimbulkan ancaman keselamatan yang parah bagi pekerja di pabrik atau publik China.

Ada pun laporan itu disebut tidak biasa. Pasalnya, perusahaan asing secara sepihak menghubungi pemerintah AS langsung untuk meminta bantuan, ketika mitra milik negara China belum untuk mengakui adanya masalah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Skenario tersebut dapat menempatkan AS dalam situasi yang rumit, jika kebocoran berlanjut atau menjadi lebih parah tanpa diperbaiki.

Meski begitu, CNN melaporkan bahwa kekhawatiran yang ditimbulkan atas laporan itu tampaknya cukup signifikan.

Hal itu terlihat dari sejumlah pertemuan yang dilakukan Dewan Keamanan Nasional AS (NSC) minggu lalu, untuk memantau situasi. Ada juga dua pertemuan jajaran deputi hingga asisten menteri pada Jumat (11/6/2021).

Menurut pejabat AS, pertemuan itu dilaporkan dipimpin oleh Direktur Senior NSC untuk China Laura Rosenberger dan Direktur Senior untuk Pengendalian Senjata Mallory Stewart.

Baca juga: 10 Tahun Setelah Bencana PLTN Fukushima, Pengembangan Energi Nuklir di Jepang Terhenti

Halaman:

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad ke-17

Perempuan Berdaya: Julie D'Aubigny, Ikon Feminis Perancis dari Abad ke-17

Internasional
Setelah Dituding Lakukan Kudeta, Ini Rencana Presiden Tunisia

Setelah Dituding Lakukan Kudeta, Ini Rencana Presiden Tunisia

Global
Ribuan Ilmuwan Peringatkan Titik Kritis Iklim Sudah Dekat, Apa Tanda-tandanya?

Ribuan Ilmuwan Peringatkan Titik Kritis Iklim Sudah Dekat, Apa Tanda-tandanya?

Global
Reporter New York Times Hapus Tweet yang Sebut Pendukung Trump 'Musuh Negara'

Reporter New York Times Hapus Tweet yang Sebut Pendukung Trump "Musuh Negara"

Global
Kim Jong Un: Persahabatan Korea Utara-China Berlanjut Antar-generasi

Kim Jong Un: Persahabatan Korea Utara-China Berlanjut Antar-generasi

Global
Kisah Simeon Ellerton, Pejalan Kaki yang Buat Rumah dari Batu Jalanan

Kisah Simeon Ellerton, Pejalan Kaki yang Buat Rumah dari Batu Jalanan

Global
Chechnya Larang Warga yang Belum Divaksin Masuk Masjid

Chechnya Larang Warga yang Belum Divaksin Masuk Masjid

Global
Dituduh Beli Chelsea untuk Rusak Barat, Begini Tanggapan Roman Abramovich

Dituduh Beli Chelsea untuk Rusak Barat, Begini Tanggapan Roman Abramovich

Global
Profil Pemimpin Dunia: Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, Emir Kuwait

Profil Pemimpin Dunia: Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah, Emir Kuwait

Global
Kebakaran Hebat Melanda Turki, Para Penduduk Berlarian Menyelamatkan diri

Kebakaran Hebat Melanda Turki, Para Penduduk Berlarian Menyelamatkan diri

Global
29 Juli dalam Sejarah: NASA Lahir pada 1958, Dipicu Gengsi AS

29 Juli dalam Sejarah: NASA Lahir pada 1958, Dipicu Gengsi AS

Global
Tentara Israel Bunuh Bocah Palestina di Dalam Mobil

Tentara Israel Bunuh Bocah Palestina di Dalam Mobil

Global
POPULER GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Berebut Makanan | Covid-19 di Tokyo Melonjak Setelah Olimpiade Dimulai

POPULER GLOBAL: 2 Geng Monyet Bentrok Berebut Makanan | Covid-19 di Tokyo Melonjak Setelah Olimpiade Dimulai

Global
Ibu Ini Ungkap Lelahnya Miliki 9 Bayi, Sediakan 100 Popok dan 6 Liter Susu Setiap Hari

Ibu Ini Ungkap Lelahnya Miliki 9 Bayi, Sediakan 100 Popok dan 6 Liter Susu Setiap Hari

Global
Kemenkes Malaysia Klaim Ikut Bantu Peraih Medali Emas Olimpiade Pertama Filipina

Kemenkes Malaysia Klaim Ikut Bantu Peraih Medali Emas Olimpiade Pertama Filipina

Global
komentar
Close Ads X