Kompas.com - 14/06/2021, 12:23 WIB
Ratu Inggris Elizabeth II berbicara dengan para pemimpin G7 di Proyek Eden di Cornwall, Inggris, Jumat (11/6/2021) selama KTT G7. POOL/JACK HILL via AP PHOTORatu Inggris Elizabeth II berbicara dengan para pemimpin G7 di Proyek Eden di Cornwall, Inggris, Jumat (11/6/2021) selama KTT G7.

KIEV, KOMPAS.com – Ukraina berterima kasih setelah negara anggota G7 mendukung negara tersebut dan meminta Rusia menarik pasukan di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy setelah G7 menyuarakan dukungannya terhadap Kiev pada Minggu (13/6/2021).

Negara anggota G7 terdiri atas tujuh negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

Baca juga: G7 Bahas Agenda Lawan Pengaruh China

Para pemimpin negara anggota G7 ini bertemu selama tiga hari di Inggris untuk membahas berbagai hal.

Melansir Reuters, pada Minggu, G7 sepakat untuk menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam komunikenya setelah pertemuan usai, kelompok ini juga meminta meminta Moskwa untuk menghentikan aksinya yang menimbulkan ketidakstabilan.

"Memuji dukungan tak tergoyahkan oleh negara-negara #G7 dalam komunike setelah pertemuan," tulis Zelenskiy di Twitter.

Baca juga: China Sindir Anggota G7: Masa Grup Kecil Kuasai Dunia Sudah Berakhir

Dia juga berterima kasih kepada G7 atas dukungan yang terus menerus terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Ukraina.

Pada 2014, Rusia mencaplok Crimea dari Ukraina. Pada tahun itu pula, pecah perang antara kelompok separatis pro-Rusia melawan tentara Ukraina di wilayah timur.

Pada April, Rusia menambah kehadiran militernya dengan mengerahkan puluhan ribu tentara dan berbagai macam peralatan militer ke di dekat perbatasan timur Ukraina dan di Crimea.

Baca juga: Saingi China, Ini Rencana Negara G7 Bantu Negara Berkembang dan Miskin

Setelah G7 mengeluarkan komunike, Kiev berharap tekanan Barat dapat memaksa Moskwa untuk menarik puluhan ribu tentaranya dari wilayah perbatasan.

Pihak Barat menyatakan keprihatinan tentang memburuknya situasi di wilayah timur Ukraina, terutama di Donbass.

Di sana, tentara Ukraina memerangi milisi yang didukung Rusia dalam konflik yang menurut Kiev telah menewaskan 14.000 orang sejak 2014.

Baca juga: Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Pemimpin Dunia: Naruhito, Kaisar Jepang

Profil Pemimpin Dunia: Naruhito, Kaisar Jepang

Global
Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Kronologi Masuknya Varian Delta hingga Buat China Lockdown Parsial Lagi

Global
Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Peringatan 30 Tahun Kemerdekaan Ukraina, Ini Agenda Acaranya

Global
China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukan Kelemahan

Global
China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

Global
Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Tragedi Sambaran Petir saat Pesta Pernikahan, 17 Orang Tewas

Global
Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Trump Halangi Kemenkeu AS Serahkan Catatan Pajaknya ke Kongres

Global
Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Erdogan: Kebakaran Hutan di Turki Terburuk dalam Sejarah

Global
Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Panda Tertua di Dunia Ini Merayakan Ulang Tahun ke-35, Apa Kado Khususnya?

Global
Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Api Yunani: Senjata Kuno Mematikan Pelindung Kekaisaran Bizantium dari Abad ke-7

Internasional
Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Bingung Penerbangannya Batal, Wanita Florida Ini Membeli Lotre dan Menang 1 Juta Dollar AS

Global
Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Ketegangan Meningkat, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Lebanon

Global
Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Di Tengah Lonjakan Covid-19 Varian Delta, Penjualan Tiket Konser di AS Pecahkan Rekor Tertinggi

Global
Menakar Strategi 'Nol Toleransi' China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Menakar Strategi "Nol Toleransi" China Tangani Pandemi Covid-19 saat Varian Delta Merebak

Global
Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema '40', Apa Itu?

Ulang Tahun Ke-40, Meghan Markle Menginisiasi Hal Baru Bertema "40", Apa Itu?

Global
komentar
Close Ads X