Kompas.com - 14/06/2021, 10:11 WIB
Para pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. AP PHOTO/Patrick SemanskyPara pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

BRUSSELS, KOMPAS.com – Gedung Putih mengatakan, para pemimpin G7 membahas agenda untuk melawan sekaligus bersaing dengan China dalam berbagai tantangan.

Di antara tantangan yang dimaksud meliputi menjaga demokrasi hingga perlombaan teknologi.

Baca juga: China Sindir Anggota G7: Masa Grup Kecil Kuasai Dunia Sudah Berakhir

Pernyataan tersebut disampaikan Penasihat Keamanan Gedung Putih Jake Sullivan pada Minggu (13/6/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Sullivan mengatakan hal tersebut di atas pesawat Air Force One dalam perjalanannya ke Brussels, Belgia.

"Ada pandangan luas bahwa China merupakan tantangan signifikan bagi demokrasi dunia," kata Sullivan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, para pemimpin negara anggota G7 sepakat bahwa mereka perlu agenda bersama dalam menangani China.

Baca juga: Saingi China, Ini Rencana Negara G7 Bantu Negara Berkembang dan Miskin

"Kata-kata seperti melawan dan bersaing adalah kata-kata yang keluar dari mulut setiap pemimpin di ruangan, bukan hanya (Presiden AS) Joe Biden," ujar Sullivan.

G7 pada Minggu berjanji untuk mengatasi pengaruh China yang semakin besar.

Mereka menyinggung China mengenai hak asasi manusia di Xinjiang dan menuntut kebebasan dan otonomi tingkat tinggi untuk Hong Kong.

Di sisi lain, China menyindir negara anggota G7. Beijing menyatakan, masa ketika "kelompok kecil" menguasai dunia sudah berakhir.

Ketika diminta menanggapi sindiran China tersebut, Sullivan menuturkan bahwa pernyataan Beijing tersebut sangat menyedihkan.

Baca juga: Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Global
Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Global
Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Global
Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Global
Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Global
Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Global
PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

Global
Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Global
Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Global
Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Global
Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Global
24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

Global
Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Global
AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

Global
Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Global
komentar
Close Ads X