Kompas.com - 14/06/2021, 09:21 WIB
Pengungsi Rohingya berkumpul di dekat tenda-tenda yang didirikan di tanah tak bertuan di dekat perbatasan Myanmar di distrik Maungdaw, negara bagian Rakhine. AFP / YE AUNG THUPengungsi Rohingya berkumpul di dekat tenda-tenda yang didirikan di tanah tak bertuan di dekat perbatasan Myanmar di distrik Maungdaw, negara bagian Rakhine.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Para pengunjuk rasa anti-junta militer Myanmar membanjiri media sosial dengan foto diri mereka mengenakan pakaian hitam-hitam pada Minggu (13/4/2021).

Aksi tersebut mereka lakukan dalam rangka menunjukkan solidaritas mereka untuk etnik Rohingya sebagaimana dilansir AFP.

Etnik Rohingnya merupakan kelompok minoritas yang termasuk salah satu kelompok etnik yang paling teraniaya di Myanmar.

Baca juga: Menlu China: Beijing Dukung Myanmar Pilih Jalannya Sendiri

Sejak militer menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, gerakan anti-junta menuntut kembalinya demokrasi dan memperjuangkan hak-hak etnik minoritas.

Rohingya merupakan kelompok etnik yang sebagian besar populasinya adalah Muslim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama beberapa dekade, etnik Rohingnya mengalami diskriminasi seperti pembatasan hak, pembatasan kebebasan bergerak, dan tidak diakui kewarganegaraannya.

Para aktivis dan warga sipil ramai-ramai turun ke media sosial pada Minggu dan mengunggah foto diri mereka mengenakan pakaian hitam-hitam.

Mereka juga menunjukkan salam perlawanan yakni salam tiga jari dalam unggahan mereka dengan tanda pagar (tagar) #Black4Rohingya.

Baca juga: Pesawat Militer Myanmar Jatuh, Jumlah Korban Simpang Siur

“Keadilan harus ditegakkan untuk Anda dan kita di Myanmar,” kata aktivis hak asasi manusia Thinzar Shunlei Yi di Twitter.

Media lokal juga melaporkan adanya aksi protes kecil di Yangon. Para demonstran berpakaian hitam memegang spanduk berisi dukungan terhadap etnik Rohingya.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Ilmuwan Peringatkan China Tingkatkan Kapasitas Nuklirnya

Global
Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya 'Jauh dari Target'

Sumbangan Vaksin Covid-19 Negara Kaya "Jauh dari Target"

Global
Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Kekaisaran Jepang Alami Krisis Ahli Waris, Usulan Wanita Naik Takhta Ditolak

Global
AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi 'Negara Pariah' jika Taliban Berkuasa

AS Peringatkan Afghanistan Akan Jadi "Negara Pariah" jika Taliban Berkuasa

Global
Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Makin Terjepit, PM Malaysia Didesak Mundur oleh Sekutu dan Raja

Global
Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
komentar
Close Ads X