Kompas.com - 13/06/2021, 19:44 WIB
Deafheaven mendatangi 61st Annual Grammy Awards di Staples Center, Februari 2019. Getty Images via AFP/Jon KopaloffDeafheaven mendatangi 61st Annual Grammy Awards di Staples Center, Februari 2019.

KOMPAS.com - Gelap, cepat, bertendensi "memuja setan", berpenampilan hitam-hitam, dan mengerikan.

Inilah definisi "black Metal orthodox", yang masih dimainkan band seperti Bathory atau Mayhem. Definisi menyeramkan black metal ini dianggap baku, kaku, dan tak pernah tergoyahkan.

Sampai Deafheaven, kuintet asal San Fransisco muncul, dan merobohkan segala kebakuan.

Baca juga: Mendengarkan Musik Heavy Metal Bikin Pilihan Makanan Tidak Sehat?

Musik Deafheaven adalah black metal, yang tidak "sepenuhnya black metal."

Mencampurkan banyak genre yang sama sekali tak pernah terbayangkan untuk bisa berpadu dengan corak black metal, seperti ambient sampai shoegaze.

Kemunculannya membuat huru-hara di kalangan penggemar black metal ortodoks, yang sempat mencaci dan mem-bully mereka karena dianggap "menyimpang".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dobrak Stigma Metal, VoB Kini Ogah Pusingkan Komentar Miring Orang

Penulis Los Angeles Times, August Brown, dalam ulasan tahun 2019 menyatakan, Deafheaven selalu disikapi skeptis di kalangan penggemar black metal ultra-ortodoks.

Meski begitu saat ini, menurut Brown, black metal bisa dibilang "tidak pernah lebih modis sebagai estetika semata".

"Rap dan pop arus utama seperti Future, Rihanna, bahkan Justin Bieber telah mengadopsi font black metal yang tidak dapat dipahami dalam visual mereka," tulis Brown.

Karena itulah, selain sikap ortodoks, Brown berpendapat bahwa mungkin, aliran arus utama konsumtif itulah yang membuat beberapa metalhead bersikap waspada terhadap Deafheaven.

Baca juga: Potret Sejarah Musik Rock dan Metal di Indonesia Bakal Diabadikan Lewat Dokumenter

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

China Harap Taliban Berperan Akhiri Konflik di Afghanistan

Global
Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Anwar Ibrahim Ajukan Mosi Tak Percaya kepada PM Malaysia Muhyiddin Yassin

Global
Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Joe Biden: Jakarta Mungkin Tenggelam 10 Tahun Lagi

Global
Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Cerita Diaspora Indonesia Selama Lockdown Gelombang Ketiga Covid-19 di Myanmar

Global
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jepang Bakal Perpanjang Status Darurat di Tokyo

Global
Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Tegang dengan China, Duterte Pulihkan Pakta Pertahanan AS-Filipina

Global
Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Rusak Ranjang untuk Buktikan Klaim Anti-seks, Atlet Israel Ini Minta Maaf

Global
Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Partai Republik dan Demokrat Berdebat Soal Pemakaian Masker di AS

Global
Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa 'Membunuh' 1 Orang

Studi Terbaru: Sekitar 3 Warga AS Hasilkan Emisi Karbon yang Bisa "Membunuh" 1 Orang

Global
Dikira Mati dalam Kecelakaan Pesawat 45 Tahun Lalu, Pria Ini Ternyata Masih Hidup

Dikira Mati dalam Kecelakaan Pesawat 45 Tahun Lalu, Pria Ini Ternyata Masih Hidup

Global
KBRI Paris Dorong Pengusaha Perancis Belanja Produk Kreatif Indonesia

KBRI Paris Dorong Pengusaha Perancis Belanja Produk Kreatif Indonesia

Global
Buron 'Most Wanted' Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Buron "Most Wanted" Tertangkap gara-gara Ikut Komentar di Facebook Polisi

Global
Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Bantu Tegakkan Lockdown di Sydney, Militer Australia Dikerahkan

Global
Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Disebut Mirip Bukit Teletubbies, Wisata Baru di London Di-bully Pengunjung

Global
85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

85 Persen Publik Malaysia Ingin PM Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

Global
komentar
Close Ads X