Kompas.com - 13/06/2021, 17:55 WIB
Para pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel. AP PHOTO/Patrick SemanskyPara pemimpin G7 berpose untuk foto bersama dengan latar belakang pantai di Carbis Bay Hotel di Carbis Bay, St Ives, Cornwall, Inggris, pada 11 Juni 2021. Dari kiri ke kanan: Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

BEIJING, KOMPAS.com - China memberikan sindiran kepada negara anggota G7, di mana mereka menyatakan masa ketika "sekelompok kecil menguasai dunia" sudah berakhir.

Komentar yang dilontarkan juru bicara kedutaan "Negeri Panda" di Inggris terjadi saat ketujuh negara kaya dunia itu bertemu di Cornwall.

Baca juga: Saingi China, Ini Rencana Negara G7 Bantu Negara Berkembang dan Miskin

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin G7 membahas dan upaya menyatukan diri di tengah pengaruh "Negeri Panda".

Di antaranya, bakal meluncurkan program bantuan kepada negara berkembang dan miskin untuk mengimbangin Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China.

Analis menyatakan, Presiden AS Joe Biden merasa agar negara Barat menggalang kekuatan dan membendung Beijing.

Pada Minggu (13/6/2021), pemimpin G7 diyakini akan merilis janji bantuan tak hanya bagi negara berkembang yang terdampak krisis iklim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dukungan finansial juga bakal digelontorkan bagi pembangunan di negara berkembang dan miskin sebagai alternatif dari BRI.

"Masa ketika keputusan global didikte sekelompok kecil negara kini sudah usai," ucap juru bicara kedutaan kepada Reuters.

Dikutip BBC, juru bicara tersebut menegaskan seharusnya segala masalah dunia harus didiskusikan dengan semua negara.

Koresponden politik BBC yang meliput jalannya pertemuan, Rob Watson, berujar Biden membingkai kondisi saat ini sebagai pergumulan demokasi dan otokrasi.

Namun, Watson tidak merinci apakah dalam agenda itu, pemimpin G7 menggolongkan China sebagai mitra, pesaing, atau malah ancaman keamanan.

Baca juga: Para Pemimpin G7 Bahas Asal Usul Covid-19 di Saat WHO Masih Buka Teori Kebocoran Lab Wuhan


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Olimpiade Tokyo, Atlet Lari Belarus Menolak Dipulangkan Usai Kritik Federasi Sendiri

Global
780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

780 WN Australia di Indonesia Minta Pulang, Khawatir dengan Varian Delta

Global
Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Kebakaran Hutan Melanda Turki, Orang-orang Melarikan Diri dari Rumah

Global
Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Berhubungan Seks di Mobil Patroli Saat Siang Bolong, 2 Polisi Ini Dipecat

Global
Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Pakai Kondom untuk Bertanding, Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ini Ungkap Ceritanya

Global
Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Pemimpin Junta Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri

Global
Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Pria yang Perintahkan Pesawat Ryanair Mendarat di Belarus Ini Menghilang Misterius

Global
Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Kisah Kevin Cordon, Pebulu Tangkis Guatemala yang Tak Pernah Ditonton Orangtuanya

Global
Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Atlet Korea Selatan Sebut Atlet Iran Teroris, Tagar #SouthKoreaRacist Trending di Twitter

Global
Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Iran Bantah Jadi Pelaku Serangan Kapal Tanker Minyak Seperti yang Dituduhkan Israel

Global
Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Mesin Rusak, Jet Tempur Su-35S Milik Rusia Jatuh di Laut

Global
Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Sebut Lawannya dari Iran Teroris, Atlet Korea Selatan Ini Minta Maaf

Global
Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Israel Berusaha Ciptakan Terobosan Vaksin Covid-19 Oral, Apa Alasannya?

Global
5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

5 Smash Tercepat di Dunia Badminton, Ada yang Nyaris 500 Km/Jam

Internasional
Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Taliban Serang Bandara Kandahar di Afghanistan dengan Roket

Global
komentar
Close Ads X