Kompas.com - 13/06/2021, 15:40 WIB
Ilustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat. SHUTTERSTOCK/KatiekkIlustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat.

KOMPAS.com - Lapisan es utama Antartika kemungkinan besar akan pecah jauh lebih cepat dari perkiraan ilmuwan selama ini.

Ini jadi temuan studi baru yang dirilis Science Advances pada Jumat (11/6/2021).

Laporan penelitian yang dikutip NBC News menyebut, lapisan gletser di Pulau Pinus bisa runtuh lebih cepat karena perubahan iklim.

Baca juga: Mirip Antartika, Kemungkinan Ada Gletser di Mars, Ini Wujudnya

Percepatan hilangnya lapisan es ini pertama kali terlihat pada 2017. Sementara pada 2020, lapisan es telah mundur hampir 12 mil.

Para peneliti memang rutin mengamati es yang runtuh dari video selang waktu satelit Eropa, yang mengambil foto struktur setiap enam hari sekali.

"Anda dapat melihat es hancur begitu saja," kata penulis utama studi Ian Joughin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi sepertinya percepatan itu sendiri melemahkan gletser. Sejauh ini kita telah kehilangan mungkin 20 persen dari lapisan utama," tambah pria yang juga jadi ahli glasiologi Universitas Washington ini.

Baca juga: Meteor Pernah Hantam Antartika 430.000 Tahun yang Lalu, Apa Dampaknya?

Studi juga menyebut, tiga peristiwa pelelehan yang terjadi antara 2017 dan 2020, diperkirakan membuat lapisan es semakin aus.

"Peristiwa itu menyebabkan gunung es dengan panjang lebih dari 5 mil dan lebar 22 mil akhirnya pecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil," kata Joughin pada NBC News.

"Sama sekali tidak terbayangkan bahwa seluruh lapisan bisa rusak dan hilang dalam beberapa tahun saja," tambahnya.

Joughin juga menemukan bahwa dua titik gletser Pulau Pinus, bergerak ke arah laut 12 persen lebih cepat mulai tahun 2017.

"Jadi itu berarti 12 persen lebih banyak es dari Pulau Pinus masuk ke lautan yang sebelumnya tidak ada."

Baca juga: Gunung Es Sebesar Kota London Runtuh dari Lapisan Es Antartika

Gletser Pulau Pinus adalah salah satu gletser di Antartika barat yang paling dikhawatirkan para ilmuwan akan segera hilang.

Gletser ini berisi sekitar 180 triliun ton es. Kalau sampai hilang, seperempat es di benua Antartika akan berkurang.


Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X