Kompas.com - 09/06/2021, 10:30 WIB
Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa. RIA NOVOSTI/ALEXEI DRUZHININ via APFoto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin akan bertemu untuk pertama kalinya dalam rapat di Jenewa pada pekan depan di tengah krisis hubungan AS-Rusia.

Diperkirakan itu akan menjadi pertemuan yang menegangkan antara kedua pemimpin negara, mengingat Biden pernah menyebut Putin sebagai "pembunuh", yang menyulut amarah Rusia.

Namun, itu hanya salah satu dari banyak perkara ketegangan antara AS dan Rusia, seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (8/6/2021):

Baca juga: Joe Biden Tegaskan AS Bersama Eropa Lawan Rusia

Peringatan keras

Tak lama setelah menjabat, Biden berpidato dengan nada keras mengatakan bahwa pemerintahannya akan melakukan pendekatan 180 derajat berbeda dari Donald Trump terhadap Rusia.

Dia berjanji sikap AS akan lebih keras terhadap Putin, dibandingkan saat pemerintahan Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya jelaskan kepada Presiden Putin, sikap saya akan sangat berbeda dari pendahulu saya," ujar Biden pada Februari lalu.

Sikap keras Biden mempertimbangkan Rusia yang agresif, mengintervensi pemilu AS, melakukan serangan dunia maya besar-besaran, dan meracuni Alexei Navalny, warganya yang menjadi oposisi.

Kremlin mengecam seruan Biden itu dan menyebutnya "retorika yang sangat agresif dan tidak konstruktif".

"Kami sudah mengatakan bahwa kami tidak akan tinggal diam atas pernyataan merendahkan semacam itu. Kami tidak akan tinggal diam," balas juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Baca juga: Biden dan Putin Akan Bertemu Kali Pertama untuk Perbaiki Hubungan AS-Rusia

Pembunuh

Dalam wawancara dengan ABC News pada Maret, Biden mengatakan Putin akan "menanggung akibat" karena diduga berusaha melemahkan calon presiden dalam pemilihan umum AS 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X