Kompas.com - 08/06/2021, 22:57 WIB
Foto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa. RIA NOVOSTI/ALEXEI DRUZHININ via APFoto tanggal 10 Maret 2011 memperlihatkan Joe Biden (kiri) yang kala itu menjabat Wakil Presiden Amerika Serikat, berjabat tangan dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin di Moskwa.

JENEWA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan bertemu di Jenewa, Swiss, minggu depan.

Itu adalah pertemuan pertama mereka sebagai sesama presiden, dan kemungkinan akan tegang menyusul deretan konflik yang melibatkan keduanya belakangan ini.

Salah satu perseteruan yang paling heboh adalah ketika Biden sepakat menyebut Putin sebagai pembunuh.

Baca juga: Jelang KTT Pertama Putin dan Biden, Ini Agenda Mereka

Melansir AFP pada Selasa (8/6/2021) berikut adalah riwayat konflik Biden-Putin sebelum pertemuan mereka.

1. Biden janjikan tindakan keras ke Rusia

Tak lama setelah menjabat, Biden berpidato di Kementerian Luar Negeri AS dengan janji bakal bertindak keras ke Rusia, berkebalikan dengan kebijakan Donald Trump.

"Saya jelaskan ke Presiden Putin dengan cara yang sangat berbeda dari pendahulu saya, bahwa hari-hari Amerika Serikat bergulir dalam menghadapi tindakan agresif Rusia, mengganggu pemilihan kami, serangan dunia maya, dan meracuni warganya sudah berakhir," kata Biden pada Februari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kremlin lalu mengecam pidato Biden itu sangat agresif dan tidak konstruktif.

"Kami sudah katakan kami tidak akan mengindahkan pernyataan merendahkan semacam ini. Kami tidak akan melakukannya," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Baca juga: Joe Biden Tegaskan AS Bersama Eropa Lawan Rusia

2. Biden sebut Putin pembunuh

Dalam wawancara dengan ABC News yang disiarkan pada Maret, Biden berkata Putin akan menerima akibatnya karena diduga berusaha menjegalnya di pilpres AS 2020.

Kemudian saat ditanya apakah dia pikir Putin adalah pembunuh, Biden menjawab "Ya."

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X